Penyanyi Elo Sebut Dirinya Jadi Korban Aplikas MeMiles

Hukum Nusantara

KORANBOGOR.com,SURABAYA-Penyanyi Marcello Tahitoe atau yang akrab disapa Ello menyebut dirinya sebagai korban dari investasi bodong PT Kam and Kam melalui aplikasi bernama MeMiles usai diperiksa Polda Jawa Timur, sebagai saksi, Selasa (14/1/2020).

Pelantun lagu “Pergi Untuk Kembali” itu usai diperiksa delapan jammengakui dirinya sebagai member dan telah mendapatkan reward dari investasi MeMiles.

“Saya datang sebagai saksi, saya member, saya top up, dan saya dapat reward secara prosedur. Saya lumayan kaget ketika mendengar rilis dari Polda Jatim,” katanya.

Ello menyebut dirinya sebagai korban investasi beromzet Rp761 miliar dan merasa cukup terganggu akan hal tersebut.

“Saya di sini selain sebagai korban, nama saya juga tersebut atau terseret ke masalah ini dan ini cukup mengganggu saya. Reward saya mobil, nanti akan dikembalikan,” ujarnya.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan Ello dicecar 45 pertanyaan seputar keikutsertaannya sebagai member di aplikasi MeMiles.

“Ada 45 pertanyaan yang ditanyakan penyidik dan semua terkait dengan kaitan aplikasi MeMiles. Kami melakukan proses ini sesuai aturan yang berlaku,” katanya.

Kombes Pol Truno mengungkapkan, sebagai member Ello telah mendapatkan reward kendaraan roda empat atau mobil berjenis Sedan.

“Ke depan penyidik akan melakukan analisa. Ini masih dalam proses penyidikan, nanti kita akan sampaikan kembali,” ujarnya.

Kabid Humas menambahkan bahwa penyidik akan memanggil dan memeriksa lagi sedikitnya 13 orang artis sebagai saksi dalam penyelidikan kasus investasi bodong PT Kam and Kam melalui aplikasi bernama MeMiles.

“Ke-13 nama (artis) baru ini merupakan hasil keterangan dari penyanyi ED (Eka Deli), yang sebelumnya telah diperiksa oleh polisi,” kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Trunoyudo Wisnu.

Kombes Pol Trunoyudo menyebut, Eka Deli merupakan fasilitator yang membawahi 13 nama artis baru yang terkait investasi MeMiles. Mereka adalah AP, SD, MJ, PM, MA, R, TJ, SS, RG, dan C. Kemudian ada inisial D, L, dan M merupakan satu grup band.

“Di bawah fasilitator atau koordinator ED, ada 15 artis termasuk ED dan MT. Jadi ada 13 nama baru berdasarkan keterangan ED,” ujarnya.

Trunoyudo mengatakan bahwa mekanisme proses pemanggilan akan didasari pada kebutuhan penyidik. “Mekanisme proses pemanggilan akan didasari pada kebutuhan penyidik,” ujarnya.

Dalam kasus investasi bodong MeMiles beromzet Rp761 miliar, polisi mengamankan uang nasabah sebesar Rp122 miliar dan menetapkan empat tersangka yakni dua direksi berinisial KTM (47) dan FS (52). Dua tersangka lainnya adalah Master Marketing MeMiles berinisial ML atau Dr E (54) dan kepala IT berinisial PH (22). (Red)