Peringati Hari Buruh 2020: Ganjar Pranowo Bagikan 2.164 Paket Sembako Untuk Buruh

Hukum Nusantara

KORANBOGOR.com,SEMARANG-Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, membagikan sembako kepada buruh buruh di beberapa tempat, memeringati Hari Buruh, pada Jumat (1/5).

Sebanyak 2.164 paket sembako dibagikan kepada buruh yang ada di Kota Semarang, Kabupaten Semarang dan Boyolali.

Lokasi pertama yang dikunjungi, Rusunawa Kudu Kota Semarang. Ganjar memberikan bantuan sebanyak 864 paket sembako kepada buruh yang terdampak dan mukim di tempat itu.

Kemudian 300 paket sembako diberikan untuk buruh di Rusunawa Gedanganak Ungaran dan 1.000 paket untuk buruh di Kabupaten Boyolali.

Ganjar mengatakan, dirinya sengaja membagikan paket sembako dalam perayaan May Day tahun ini untuk meringankan beban buruh.

Sebab di tengah pandemi saat ini, ada banyak buruh yang terkena pemutusan hubungan kerja atau dirumahkan.

“Momentum May Day ini digunakan untuk saling membantu. Daripada demo, mengumpulkan masa, berbahaya,” tambahnya.

Akibat pandemi Covid-19 sesuai data per 29 April 2020, buruh yang terkena pemutusan hubungan kerja dan dirumahkan di Jawa Tengah mencapai 50.563 buruh.

Sebagian besar para buruh yang menjadi korban, akan dibantu sembako oleh Pemkab dan Pemkot masing-masing. Namun ada tiga Kabupaten Kota yang tidak bisa menutup seluruh bantuan untuk buruh, yakni Kota Semarang, Kabupaten Semarang dan Boyolali.

“Hari ini kami bantu dari Pemprov totalnya ada 2.164 buruh dengan sembako,” tambahnya.

Untuk bantuan-bantuan itu, pihak Kabupaten/Kota lanjut Ganjar akan menyalurkannya secara bertahap pada awal hingga pertengahan Mei ini. Beberapa daerah sudah mengabarkan akan membagikan segera.

“Seperti Sragen misalnya, mulai Senin (4/5) akan dibagikan,” tambahnya.

Paket sembako yang diberikan kepada buruh menurut dia, senilai Rp 200 ribu yang berisi berbagai bahan kebutuhan pokok, beras 10 kilogram senilai Rp 130 ribu, gula pasir 1 kilogram senilai Rp 13 ribu, minyak goreng 2 liter Rp 25 ribu, ikan 1/2 kilogram senilai Rp 15 ribu dan mie instan 8 bungkus senilai Rp 17 ribu.

“Selain dari pemerintah, kami mengajak perusahaan untuk ikut membantu. berapapun itu sangat berarti. Mari bersama-sama bergotong royong memberikan perhatian pada kawan-kawan buruh,” tutur Ganjar.(Red)