Perjanjian MLA RI-Swiss,KPK Dapat Melacak Rekening Terduga Korupsi Di Swiss

Hukum Nusantara

KORANBOGOR.com,JAKARTA-Komisi III DPR RI mendukung upaya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam memberantas tindak pidana korupsi. Salah satunya dengan cara segera disahkannya RUU Perjanjian Kerjasama Indonesia-Swiss sehingga nantinya KPK bisa melacak rekening terduga teroris yang berada di perbankan Swiss.

“Perjanjian MLA Indonesia-Swiss menjadi pintu masuk bagi aparat penegak hukum kita untuk melakukan asset recovery dan pengembalian uang negara yang diduga berada di bank-bank swiss.

KPK dan penegak hukum lain harus merespon ini dengan mempersiapkan kapasitas penyidiknya supaya prosesnya nanti tidak terhambat,” kata anggota Komisi III dari Fraksi NasDem Eva Yuliana saat mengikuti rapat rapat dengar pendapat (RDP) dengab KPK yang berlangsung di Gedung Merah Putih, Kuningan, Jakarta, Selasa (7/7).

Dalam kesempatan tersebut, Eva meminta penjelasan tentang persiapan di tubuh KPK sendiri terkait peningkatan kualitas dan kapasitas penyidik secara khusus bagaimana melacak dan membedah informasi rekening-rekening gendut para terduga pelaku pelanggaran hukum di Indonesia yang disimpan di bank-bank Swiss.

“Kami dari Komisi III ingin jemput bola, melaksanakan fungsi pengawasan di tempat KPK bekerja dan melihat secara langsung pekerjaan KPK,baik itu di bidang pencegahan ,penindakan dan lain-lain,” katan

Politikus asal Solo, Jawa Tengah itu juga mengapresiasi aplikasi Jaga Bansos yang diprakarsai oleh KPK.

“Dengan aplikasi ini, KPK bisa segera mengetahui laporan langsung dari masyarakat tentang penyalahgunaan bansos di daerah, dan bisa menindaklanjuti laporan tersebut kepada pemda/lembaga terkait.

Ini terobosan pencegahan yang luar biasa dari KPK,” ujar Eva. Selain melakukan rapat dengar pendapat,Komisi III juga meninjau langsung ruang pemeriksaan dan area rumah tahanan yang terletak di belakang gedung KPK untuk melihat kondisi rutan, prosedur kunjungan keluarga, dan proses pengamanan area rutan . (Red)