Polisi Bongkar Praktik Kawin Kontrak Di Puncak,Penghulu Palsu Ditangkap

Bogor Now Hukum Nusantara

KORANBOGOR.com,BOGOR-Dipastikan ,kawin kontrak adalah perbuatan zina yang diharamkan dan para Pelakunya tetap dihukum zina ketika berhubungan dalam ikatan kawin mut’ah tersebut.

Majelis Ulama Indonesia ,Kabupaten Bogor, Jawa Barat, mengeluarkan fatwa haram atas kawin kontrak yang sejak 1997 atau 22 tahun silam tersebut. Hal ini terkait penggerebekan praktik kawin kontrak yang masih marak terjadi di kawasan Puncak, Jawa Barat.

“Kami semua ulama sepakat ini haram, tetap zina. Bagaimana bisa tidak zina?” ujar Ketua MUI Kabupaten Bogor Ahmad Mukri Aji, saat ekspose mengenai kawin kontrak bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bogor, di Mapolres Bogor, Cibinong, Kabupaten Bogor, Senin (23/12/2019) malam.

Menurutnya, fatwa mengenai kawin kontrak sudah dikeluarkan Dewan Pimpinan MUI sejak 25 Oktober 1997 silam. Dalam fatwanya, MUI memutuskan bahwa nikah kontrak atau mut’ah hukumnya haram.
Dia mengapresiasi Polres Bogor dan Forkopimda Kabupaten Bogor yang mampu membongkar praktik kawin kontrak. Karena belakangan fenomena tersebut kembali menjadi buah bibir masyarakat Kawasan Puncak Kabupaten Bogor.

“Para ulama mengapresiasi tindakan cepat Polres Bogor dan forkopimda semuanya kompak. Nikah bukan hanya seminggu, tapi muabath tidak temporer,” kata pria yang juga merupakan akademisi Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah itu.

“Pelaku berinisial ON alias Mami E, IM alias Mami R, BS, dan K. Sedangkan, enam korbannya perempuan dewasa berinisial H, Y, W, SN, IA, dan MR,” ujar Kapolres.(Red)