Polisi Buru Provokator Tawuran Di St Manggarai

Hukum

KORANBOGOR.com,JAKARTA-Polisi masih menyelidiki penyebab dari tawuran di wilayah Manggarai, Jakarta Selatan, Selasa (29/10) lalu.

Menurut Kasat Reskrim Polres Metro Jaksel AKBP Kompol Andi Sinjaya, pihaknya telah memeriksa sejumlah saksi dan mengumpulkan barang bukti guna mengungkap insiden tersebut.

“Untuk sementara kita menyelidiki pihak yang memprovokasi,” kata Andi dikutip dari CNN Indonesia, Kamis (31/10/2019).

Selain itu, kata Andi, pihaknya juga mencari dan mengumpulkan rekaman CCTV yang ada sekitar lokasi tawuran. Tujuannya, untuk melihat secara detail bagaimana aksi tawuran itu terjadi.

Meski begitu, disampaikan Andi, sampai saat ini belum ada pihak yang ditangkap oleh kepolisian. Alasannya, kepolisian masih mengidentifikasi para pelaku tawuran tersebut.

“Mengidentifikasi para pelakunya, baik yang melakukan perusakan, membawa senjata tajam, dan juga pihak-pihak yang menjadi korban atas tawuran,” ujarnya.

Dalam aksi tawuran Selasa lalu, seorang anggota polisi bernama Briptu Daru menjadi korban. Dia mendapat luka bacokan senjata tajam.

Andi menjelaskan Daru dibacok saat bertugas di lokasi kejadian. Kemudian, ada sejumlah orang yang melintas dan sempat berhenti untuk menanyakan suatu hal kepada korban.

“Yang bersangkutan (pelaku) menanyakan dan memberhentikan sehingga terjadi kontak fisik, namun kita akan mencari pelakunya dan mengumpulkan bukti-bukti yang ada,” tutur Andi.

Bentrok antarwarga kembali terjadi di sekitar Stasiun Manggarai, Jakarta Selatan, Selasa (29/10) sore.

Camat Tebet Dyan Airlangga mengatakan tawuran di Manggarai saat itu bermula dari saling ejek di media sosial.

“Iya mereka komunikasi lewat media sosial, ejek apa ‘lu apa lu’, awalnya mereka makai petasan (saat tawuran),” kata Dyan saat dikonfirmasi, Selasa (29/10).

Dyan menyampaikan tawuran terjadi sekitar pukul 17.00 WIB. Tawuran itu sempat mengganggu perjalanan KRL Commuter Line dan KA Api Bandara yang melintas di Stasiun Manggarai.(Red)