Polisi Tahan Direktur PT Jaya Karunia Invesindo,Berinisial AFAP

Hukum

KORANBOGOR.com,JAKARTA,Jajaran Dit Tipidter ,Bareskrim Polri menangkap pria berinisal AFAP (52) karena memalsukan obat keras generik menjadi obat paten. Pria tersebut diketahui sebagai direktur utama (dirut) PT. Jaya Karunia Invesindo (JKI) yang merupakan pedagang besar farmasi (PBF) yang terdaftar di BPOM RI.

Direktur Tipidter Bareskrim Polri, Brigadir Jenderal Polisi Fadil Imran mengatakan, obat-obatan tersebut diproduksi di Semarang, Jawa Tengah. Tersangka AFAP memalsukan obat-obatan dengan cara mengemas ulang obat keras dari generik jadi obat paten nongenerik yang memiliki harga lebih mahal.

Selanjutnya, tersangka mendistribusikan obat palsu tersebut ke 198 apotek yang tersebar di wilayah Semarang dan Jabodetabek. “Tersangka juga melakukan pemalsuan terhadap tanggal kedaluwarsa, kemasan obat dan kapsul obat,” ujarnya di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan. Senin (22/7/2019).

Fadil menambahkan, AFAP memperoleh bahan baku untuk memalsukan obat dari obat-obatan yang telah kedaluwarsa. Kemudian, tersangka membongkar bahan baku itu dan melakukan rekayasa tanggal kedaluwarsa dan obat palsu serta dipasang stiker palsu.

“Tersangka juga sudah mempersiapkan kemasan sekunder obat seperti alumunium foil, cetakan huruf obat, dus obat serta brosur tata cara untuk pemakaian obat itu, ditambah tanggal kedaluwarsa, hingga hologram palsu agar terlihat asli,” tuturnya.

Dalam praktiknya, tersangka mempekerjakan enam orang yang bertugas membeli bahan baku, kemudian mengeluarkan isinya, lalu dikemas ulang. Dari modus tersebut, tersangka mampu meraup untung mencapai Rp400 juta per bulan.

“Setelah obat itu selesai direkayasa, tersangka langsung memasarkan obat itu secara langsung atas nama tersangka,” kata Fadil.

Penyidik juga menyita barang bukti berupa beberapa alat produksi seperti mesin press kompresor, mesin vacum, mesin capsul printer, bahan pembuat obat, bahan pendukung dan obat siap edar dengan beberapa merk. (red)