Polisi tangkap Dua Tersangka Penyebar Hoax Rush Money

Hukum

KORANBOGOR.com,JAKARTA-Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menangkap dua penyebar informasi bohong (hoaks) yang provokatif rush money atau ajakan untuk menarik uang di perbankan.

Kepala Departemen Penyidik Sektor Jasa Keuangan OJK, Tongam Lumban Tobing mengatakan dengan adanya penangkapan ini memberikan suasana tenang kepada masyarakat karena menurutnya berita-berita yang mengajak masyarakat menarik uang itu tidak benar.

OJK pun memastikan saat ini bank-bank yang disebut-sebut dalam informasi hoaks itu dalam kondisi stabil. Ada pun sejumlah Bank yang menjadi sasaran hoax para pelaku itu antara lain Bank Bukopin, Bank BTN, dan Bank Mayapada.

“Kami tidak melihat masalah pada bank ini sebenarnya, ini karena mereka saat ini juga sudah mampu melakukan pembayaran-pembayaran apabila nasabah menarik dana,” katanya, kemarin.

Tongam menjelaskan data kondisi perbankan pada Mei 2020 dari sisi permodalan dan likuiditas perbankan masih tetap stabil.

Rasio kecukupan permodalan (CAR) perbankan sebesar 22,16 persen atau di atas ketentuan.

Sementara, hingga 17 Juni,rasio alat likuid/ non-core deposit dan alat likuid/DPK terpantau pada level 123,2 persen dan 26,2 persen jauh di atas threshold masing-masing sebesar 50 persen dan 10 persen. (Red)