Polisi Tangkap Pembuat Video Hoax Jalan Inspeksi Kalimalang-Cipinang Melayu Lockdown

Bogor Now Hukum

KORANBOGOR.com,JAKARTA-Polres Metro Jakarta Timur menangkap satu orang pelaku pembuat video hoax terkait penutupan Jalan Inspeksi Kalimalang, Cipinang Melayu, Jakarta Timur, tepatnya di depan Universitas Borobudur. Pelaku diketahui berinisial HR alias B (45).

“Betul, pelakunya satu orang sudah kita amankan. Ini masih dimintai keterangan,” kata Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Arie Ardian dikutip dari liputan6, Senin (30/3/2020).

Tak hanya membuat video, pelaku juga telah menyebarkan video tersebut ke group media sosial WhatsApp. HR ditangkap pada Minggu (29/3/2020) sekitar pukul 14.00 WIB.

“Pelaku ini membuat video bahwa seolah-olah di Cipinang Melayu telah dilakukan lockdown dan dia sebarkan ke group kantor pelaku,” ujarnya.

Pelaku yang sehari-hari bekerja sebagai kurir ini dikenakan Pasal 14 UU nomor 1 tahun 1946 tentang ITE.

“Pelaku penyebaran berita bohong melalui media WhatsApp sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14 UU nomor 1 tahun 1946 dan UU RI nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE,” sebutnya.

Selai itu, ia menjelaskan, tidak adanya penutupan jalan melainkan hanya membatasi wilayah RW 04, Cipinang Melayu. Hal tersebut ia dapatakan berdasarkan keterangan dari warga.

“Sesuai keterangan Pak Rt bukan di lockdown/ditutup, tapi hanya membatasi wilayah Rw 4 dari Rt 1 Sampai Rt 9,” jelasnya.

Pembatasan akses jalan tersebut dilakukan warga, karena adanya satu orang warga sekitar yang masuk dalam kategori Orang Dalam Pemantauan (ODP).

“Hanya di berlakukan 1 akses keluar masuk karna ada 1 warga yang ODP,” tutupnya.

Dalam video tersebut, pelaku menyebut, adanya penutupan di Jalan Inspeksi Kalimalang, Cipinang Melayu, Jakarta Timur, tepatnya di depan Universitas Borobudur.

Ia juga mengatakan, akses jalur tersebut sudah dilakukan lockdown sampai waktu yang tidak bisa ditentukan.

“Bos laporan bos, ini Cipinang Melayu akses sudah ditutup, lockdown. Semua pintu ditutup sudah tidak bisa untuk akses keluar masuk. Sudah ditutup untuk permanen samai batas waktu yang tidak bisa ditentukan,” kata pelaku dalam video hoax itu.