Polisi Tegas,500 Kendaraan Dipaksa Putar Balik Di Pintu Tol Ngawi

Bogor Now Hukum

KORANBOGOR.com,NGAWI-Larangan mudik yang diambil pemerintah akibat mencegah penyebaran corona, sebanyak 500 kendaraan dipaksa putar balik di Pintu Tol Ngawi.

Kapolres Ngawi AKBP Dicky Ario Yustisianto mengatakan, jumlah kendaraan tersebut merupakan kendaran yang keluar di gerbang pintu keluar tol Ngawi selama 24 jam hingga Sabtu pagi.

“Dalam sehari semalam hingga Sabtu tadi kami berhasil mengarahkan kendaraan pemudik memutar balik sekitar 500 kendaraan ada,” ujar Dicky Ario, melalui keterangan tertulis yang diterima, (25/4/2020).

Para pemudik, lanjut Dicky, merupakan pemudik yang berasal dari luar Jawa Timur, dengan kebanyakan berplat nopol Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Jakarta.

“Kebanyakan dari arah barat kendaraan yang kita putar balik. Dari Jateng Jabar bahkan banyak juga berpelat B Jakarta, langsung diarahkan untuk kembali ke kota asalnya.

Larangan mudik ini, berlaku untuk semua tanpa kecuali dalam upaya pencegahan penyebaran virus Corona,” bebernya.

PSBB

Di sisi lain, Kasatlantas Polres Ngawi AKP Bobby Mochammad Zulfikar mengakui bila selain upaya memutar balik pemudik tidak hanya dilakukan di pintu keluar tol Ngawi, melainkan juga di jalur arteri di Mantingan, yang menjadi perbatasan Jawa Timur dan Jawa Tengah.

“Memang ini sebagai tindak lanjut dari pimpinan pasca-ada instruksi larangan mudik. Pengadangan tidak hanya di exit tol Ngawi, namun juga di perbatasan Jatim Jateng, jalur arteri di Mantingan dan lainnya yang jadi celah untuk dilalui pemudik,” tuturnya.

Dirinya menjelaskan pihaknya telah mengerahkan lebih dari 100 personel Satlantas Polres Ngawi, dibantu PJR Polda Jatim.

Tidak pandang bulu polisi akan memaksa kendaraan yang akan masuk Jatim untuk diarahkan berbalik kecuali kendaraan bermuatan logistik sembako dan keperluan tim medis.

“Tidak pandang bulu, semua kendaraan yang masuk Ngawi utamanya dari arah Jateng harus kembali tidak boleh masuk Jatim. Kita jaga ketat bersama PJR Polda Jatim selama 24 jam. Kecuali kendaraan pengangkut sembako dan keperluan tim medis,” pungkasnya.