Polri Selidiki Dugaan Korupsi Asabri

Hukum Nusantara

KORANBOGOR.com,JAKARTA-Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karop Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol Argo Yuwono mengungkapkan pihaknya akan membuka penyelidikan terkait dugaan tindak pidana korupsi PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Asabri).

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menaksir kerugian negara dalam kasus Asabri mencapai Rp10-Rp16 triliun.

“Kita sedang penyelidikan kasus tersebut,” kata Argo Yuwono, di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (15/1/2020).

Namun Argo menolak merinci langkah awal penyelidikan yang dilakukan pihaknya. Argo minta publik menunggu hasil temuan penyidik.

Kasus dugaan korupsi di Asabri mencuat usai Menko Polhukam Mahfud bahkan menyebut ada sejumlah pelaku korupsi di PT Asabri juga melakukan korupsi di PT Asuransi Jiwasraya.

“Modus operandinya sama (dengan Jiwasraya). Akan mungkin ada beberapa orangnya yang sama,” ujar Mahfud di Kantor Kemenkopolhukam, Jakarta, Senin (13/1).

Di sisi lain, Mahfud menyampaikan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto yang akan fokus menyelesaikan persoalan tersebut sesuai dengan lingkup PT Asabri di luar BUMN.

“Kan tentara itu, kok jadi terjadi lagi. Nampaknya itu nanti akan jadi banyak porsi perhatian Pak Menhan,” ujar Mahfud.

Teranyar, BPK juga tengah mengumpulkan informasi dan data terkait PT Asabri. Sejauh ini, menurut anggota BPK Harry Azhar Azis, pihaknya menaksir kerugian negara mencapai di kisaran Rp10-Rp16 triliun.

“Sekarang masih dalam proses pengumpulan data dan informasi yang diperkirakan potensi kerugian Rp10 sampai Rp16 triliun,” ujar Harry kepada wartawan, Rabu (15/1).(Red)