PPP Berkoalisi Dengan PDI Perjuangan Pada Pilwalkot Semarang 2020

Hukum Nusantara

KORANBOGOR.com,SEMARANG-Partai Persatuan Pembangunan (PPP) berkoalisi dengan PDIP Perjuangan pada Pemilihan Wali Kota (Pilwakot) Semarang 2020. PPP menyusul Demokrat, Nasdem, Golkar, Gerindra, dan PAN.

Hal tersebut dinyatakan seusai jajaran pengurus PPPKota Semarang menggelar pertemuan tertutup dengan PDIP Kota Semarang, Selasa (4/2).

Pertemuan itu berlangsung di kediaman Ketua PDIPKota Semarang, Hendrar Prihadi (Hendi) di Jalan Lempongsari. Hadir juga dalam pertemuan itu Sekretaris PDIPKadar Lusman, dan Bendahara M Rukiyanto.

Ketua PPPKota Semarang, M Tafrikhan Marzuki menyebutkan, sosok Hendrar Prihadi (Hendi) yang merupakan bagian dari Nahdliyin di Kota Semarang.

Hal ini menjadi salah satu faktor partainya memberikan dukungan. Ke depan PPPakan bersama-sama terus membantu.

”Kami sampaikan apresiasi atas segala hal positif di Kota Semarang yang perkembangannya sangat pesat. Sekaligus menyampaikan sikap politik dari PPP,” tambahnya.

Meski PPP tidak memiliki perwakilan di DPRD Kota Semarang, namun Sekretaris PDI Perjuangan, Kadar Lusman, meyakini jika PPP memiliki peran penting dalam proses demokrasi pada Pilwakot Semarang 2020. Menurutnya, karena hampir semua elemen partai politik berkoalisi, kondusivitasnya akan semakin terjaga.

”Dengan kondusivitas yang akan dijaga bersama ini, keberlanjutan pembangunan tidak akan terganggu oleh proses demokrasi. Saya rasa Semarang ini istimewa, tidak seperti daerah-daerah lainnya,” imbuhnya.

Karena PPP tidak memiliki kursi di DPRD Kota Semarang, maka sampai saat ini dengan sepakatnya PDIP, Nasdem, Demokrat, Gerindra, PAN, dan Golkar, koalisi telah mengantongi dukungan 38 kursi DPRD. Jumlah tersebut menyisakan PKS dengan 6 kursi, PKB dengan 4 kursi, dan PSI dengan 2 kursi.

Dengan hitung-hitungan itu bila PKS, PKB, dan PSI tak kunjung sepakat dengan PDIP, ada kemungkinan muncul satu pasang calon lagi selain petahana dalam Pilwakot Semarang 2020.

Sementara itu, jika PKS Kota Semarang yang sudah membuka komunikasi dengan PDIP akhirnya sepakat berkoalisi, maka dapat dipastikan Pilwakot Semarang 2020 hanya akan diisi pasangan calon tunggal.

Begitu juga ketika PKB Kota Semarang yang santer dikabarkan berganti kepemimpinan dari Soemarmo kepada Mahsun yang sepakat berkoalisi, maka prediksi calon tunggal tetap menguat.

Adapun syarat minimal dukungan calon wali kota sebanyak 10 kursi di DPRD Kota Semarang . (Red)