Prajurit TNI Terpapar Radikalisme Membahayakan Kedaulatan Bangsa

Hukum Nusantara

Menanggapi pernyataan Kementrian Pertahanan (Kemhan) yang menyebut ada tiga persen prajurit TNI yang terpapar paham radikalisme, mantan aktivis Negara Islam Indonesia, Ken Setiawan mengatakan, prajurit yang terpapar radikalisme bisa bahayakan kedaulatan bangsa.

Oleh sebab itu Ken menegaskan, perlu tindakan tegas terhadap prajurit TNI yang terpapar radikalisme, sebab menyangkut ideologi bangsa.

“Harus ada tindakan tegas sebab ini menyangkut ideologi bangsa, bila dibiarkan maka akan menjadi duri dalam daging dan dikhawatirkan akan membahayakan kedaulatan bangsa,” kata Ken.

“Di beberapa negara, kelompok khilafah sebelum kudeta, mereka merekrut tentara sebagai kekuatan dan ini sangat membahayakan bila terjadi di Indonesia,” ungkapnya.

Ken mengaku tak heran dengan adanya fenomena prajurit TNI atau elemen bangsa lain seperti pelajar/mahasiswa, pegawai BUMN hingga PNS yang terpapar paham radikalisme.

Menurutnya, fenomena tersebut bukan karena hebatnya para radikalis menyebarkan paham mereka. Sebaliknya, fenomena tersebut terjadi karena masih lemahnya pendidikan wawasan kebangsaan dan bela negara di Indonesia.

“Ini sebenarnya bukan hebatnya para radikalis dalam menyebarkan pahamnya, tapi karena lemahnya kita dalam hal sosialisasi wawasan kebangsan dan bela negara,” pungkasnya. .(red)