Presiden Jokowi Menutup Tahun 2019 Di Yogyakarta

Hukum Nusantara

KORANBOGOR.com,YOGYAKARTA-Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghabiskan tahun 2019 di DI Yogyakarta dengan agenda utama meresmikan Bendung Kamijoro senilai Rp 229 miliar di perbatasan Kabupaten Bantul-Kulonprogo, Selasa (31/12/2019).

Pembangunan oleh Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSO) Kementerian pekerjaan umum Perumahan Rakyat (Kempupera) itu berjalan selama 2016 hingga 2018. Tujuannya, sebagai irigasi untuk memenuhi kebutuhan air baku untuk Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) dan kawasan industri Sentolo.

Presiden yang tiba di Yogyakarta pada Senin (30/12/2019) malam, langsung menuju Istana Negara Gedung Agung dan menyempatkan diri berjalan-jelan di Titik Nol, kawasan wisata yang menyatu dengan Jalan Malioboro. Kedatangan orang nomer satu di Indonesia itu, otomatis membuat wisatawan berkerumun.

Sekitar pukul 21.00 WIB, tampak Joko Widodo yang mengenakan jaket berwarna merah, ditemani putranya, Kaesang Pangarep, menghampiri warga untuk ber-swafoto. Jokowi juga membelikan kaos yang dijual oleh pedagang kaki lima di seberang Gedung Agung untuk putranya. Kaos seharga Rp 100.000 itu, dibeli Jokowi Rp 200.000.

Bukan hanya nama Presiden yang diteriakkan warga. Nama Kaesang juga terdengar diteriakkan warga.

Tidak lebih dari setengah jam, Jokowi beserta rombongan, kembali memasuki Istana Negara Gedung Agung. Tidak tampak satu pun menteri Kabinet Indonesia Maju yang menemani Presiden malam itu.

Usai meresmikan Bendung Kamijoro, belum diketahui agenda Presiden selanjutnya. Namun dipastikan bahwa rombongan Presiden baru akan meninggalkan Yogyakarta pada Rabu (1/1/2020) pagi.

Sementara diketahui, proyek pembangunan Bendung Kamijoro berfungsi sebagai irigasi sawah seluas 2.370 hektare di Kabupaten Bantul.

Pejabat Pembuat Komitmen Proyek Bendung Kamijoro, Juwaidi mengatakan, fungsi Bendung Kamijoro adalah suplai air irigasi Daerah Irigasi (DI) Pijenan sebesar 2,50 meter kubik per detik untuk meningkatkan intensitas tanam dari 205 persen menjadi 270 persen. “Selain itu, Bendung Kamijoro berfungsi memenuhi kebutuhan air baku sebesar 500 liter per detik untuk Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) dan Kawasan Industri Sentolo,” kata Juwaidi.

Selaian berfungsi sebagai bendungan dan irigasi, di sekitar wilayah tersebut juga dibangun Taman Bendung Kamjiro sebagai objek wisata masyarakat sekitar.

Menurut Juwaidi Bendung Kamijoro juga merupakan jalan pintas atau penghubung antara Kabupaten Bantul dan Kulon Progo.

Ia menuturkan, pembangunan Bendung Kamijoro berawal dari usulan Pemkab Bantul bahwa DI Pijenan memerlukan renovasi total karena sudah dibangun sejak 1924, namun terjadi sedimen pada 1969.

Sebelum dibangun bendungan, Sungaiprogo memiliki sebuah dam peninggalan era kolonial. Masyarakat menyebutnya dengan nama Dam Ngantru Kamijoro.(Red)