Presiden Tegaskan Negara Tidak Pernah Takut Terhadap Terorisme

0
436

KORANBOGOR.com,BOGOR-Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, negara tidak takut terhadap terorisme.Pernyataan ini disampaikan terkait drama kerusuhan selama 36 jam di Mako Brimob,Depok,Jawa Barat,yang sudah berakhir Kamis (10/5/2018) pagi.
Presiden Jokowi mengaku telah mendapat laporan langsung dari Menko Polhukam, Wakapolri,Panglima TNI dan Kepala BIN mengenai pengendalian masalah kerusuhan di Mako Brimob dan penyelesaiannya yang berlangsung dengan baik.

“Negara dan seluruh rakyat tidak pernah takut dan tidak akan pernah memberi ruang sedikit pun kepada terorisme dan upaya-upaya yang mengganggu keamanan negara,” kata Jokowi dalam jumpa pers di Istana Bogor,Jawa Barat,Kamis (10/5/2018).

Jokowi mengucap syukur karena seluruh narapidana terorisme yang melakukan penyanderaan di Mako Brimob sudah menyerahkan diri.

“Alhamdulillah, semua narapidana teroris sudah menyerahkan diri,” ucapnya dalam video tayangan di Youtube bertajuk ‘Pernyataan Lengkap Jokowi Soal Kerusuhan di Mako Brimob’

Presiden Jokowi atas nama negara juga berterima kasih kepada para aparat keamanan yang terlibat menyelesaikan peristiwa ini. “Terima kasih seluruh aparat yang sudah menyelesaikan peristiwa ini” ujarnya,

Atas nama rakyat, bangsa dan negara, Presiden Jokowi juga menyampaikan duka mendalam atas gugurnya 5 anggota kepolisian dalam peristiwa ini. “Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” ungkapnya.

Presiden pun mengatakan telah memerintahkan Wakapolri untuk menaikkan pangkat luar biasa kepada para korban, anggota kepolisian yang gugur dalam menjalankan tugas karena keganasan teroris.

Ketika memberikan penjelasan Presiden Jokowi didampingi Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto,Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto,Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan,Wakil Kepala Polri (Wakapolri) Komjen Syafruddin,Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Suhardi Alius,Komandan Korps Brimob Irjen Rudy Sufahriadi,dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

Dipindahkan Dari Mako Brimob ke Rutan Nusakambangan

Kerusuhan di Mako Brimob terjadi antara tahanan narapidana teroris (napiter) dengan petugas Mako Brimob,Kelapa Dua,Depok,Selasa (8/5/2018) malam.

Pihak kepolisian mengklaim insiden meletup lantaran masalah sepele,yakni salah paham saat pemberian makanan kepada tahanan teroris.

Akibat insiden tersebut, lima anggota polisi gugur dan satu tahanan teroris tewas. Tahanan teroris sempat menyandera satu anggota polisi,Bripka Iwan Sarjana,sebelum dibebaskan 24 jam kemudian pada Rabu (9/5/2018) malam dengan kondisi memprihatinkan.

Dalam peristiwa tersebut, sempat ada perlawanan dari napiter karena telah menguasai tiga dari enam blok Mako Brimob dengan menggunakan senjata rampasan. Namun, melalui operasi khusus, semua tahanan yang terlibat penyanderaan akhirnya menyerah sehingga operasi Polri bisa selesai pada 07.15 WIB Kamis (10/5/2018).

Sebelum operasi berakhir, ada 10 sisa teroris yang tidak menyerah. Kemudian, aparat keamanan melakukan serbuan sesuai standar kepolisian secara saksama. Bunyi tembakan, bom, granat air mata sempat terdengar. Aparat pun melakukan penyisiran dengan cara-cara khusus.

Dalam serbuan tersebut, 10 sisa teroris tersebut menyerah sehingga lengkap 155 teroris menyerahkan diri. Sementara 1 teroris lainnya sudah meninggal akibat tertembak.

Drama Rusuh Mako Brimob selama 36 jam pun berakhir sudah. Sebanyak 155 narapidana teroris (napiter) yang menyerah langsung digiring untuk dipindahkan ke Rutan Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah.(Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here