Profile Singkat Pimpinan KPK Periode 2019-2023

Hukum

KORANBOGOR.com,JAKARTA-Presiden Joko Widodo dijadwalkan melantik pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2019-2023 pada Jumat (20/12/2019) hari ini. Selain mereka pada saat bersamaan Dewan Pengawas KPK juga akan dilantik.

Kelima pimpinan KPK tersebut yakni Firli Bahuri (Ketua), Alexander Marwata, Nurul Ghufron, Nawawi Pomolango dan Lili Pintauli Siregar. Dari lima nama ini, Alexander Marwata merupakan satu-satunya komisioner petahana KPK.

“Lima komisioner KPK 2019-2023 akan dilantik Jumat dengan Dewas,” kata Jokowi saat berbincang dengan media di Balikpapan, Kalimantan Timur, Rabu (17/12/2019).

Lima pimpinan KPK ini dipilih Komisi III DPR melalui mekanisme voting, Kamis (12/9/2019) malam. Dari 10 calon pimpinan KPK, mereka mendapatkan suara terbanyak. Perinciannya, Firli Bahuri (56 suara), Alexander Marwata (53), Nurul Ghufron (51), Nawawi Pomolango (50) dan Lili Pintauli Siregar (44).

Pelantikan oleh Presiden Jokowi sekaligus menjadi masa akhir tugas pimpinan KPK era Agus Rahardjo. Masa induksi atau perkenalan pimpinan baru KPK ke gedung KPK juga telah dilakukan pada Rabu (17/12/2019).

Berikut profil singkat 5 pimpinan KPK 2019-2023:

  1. Firli Bahuri
    Firli Bahuri merupakan perwira tinggi Polri. Sebelum berkantor di KPK, polisi kelahiran Prabumulih, Sumatera Selatan ini ditunjuk Kapolri Jenderal Pol Idham Azis sebagai Analis Kebijakan Utama Kabaharkam Polri.

Lulus Akpol 1990, Firli telah mengenyam berbagai jabatan. Dia antara lain pernah menjabat Ajudan Wapres RI (2012), Wakapolda Banten (2014), Kapolda Banten (2017), Kapolda NTB (2017) dan Deputi Penindakan KPK (2018).

Sempat diterpa kontroversi ketika bertugas di KPK, Firli lantas dimutasi sebagai Kapolda Sumsel. Saat panitia seleksi calon pimpinan KPK mulai menjaring kandidat ketua KPK, Firli mendaftar. Dia lolos dan akhirnya terpilih sebagai Ketua KPK 2019-2023.

Jelang bertugas di gedung antirasuh, Firli dimutasi sebagai Kabaharkam Polri. Dengan demikian, pangkatnya naik menjadi komjen atau jenderal polisi bintang tiga. Tak sampai sebulan, dia digeser sebagai analis kebijakan utama Kabaharkam Polri.

  1. Alexander Marwata
    Pria kelahiran Klaten, Jawa Tengah, 26 Februari 1967 ini sebelumnya bertugas sebagai hakim ad hoc Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta. Dikutip dari laman resmi KPK, Alex mengenyam pendidikan di SD Plawikan I Klaten (1974-1980), SMP Pangudi Luhur Klaten (1980-1983), SMAN 1 Yogyakarta (1983-1986).

Dia melanjutkan pendidikan tingginya D IV di Jurusan Akuntansi STAN Jakarta. Pada 1995 Alex melanjutkan sekolahnya lagi S1 Ilmu Hukum di Universitas Indonesia.

Sejak 1987-2011 Alex berkarier di Badan Pengawas Keuangan Pembangunan (BPKP). Pada 2012 menjadi hakim di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Alex kemudian ikut mendaftar sebagai komisioner KPK dan terpilih sebagai Wakil Ketua KPK 2015-2019. Kini dia terpilih kembali menjadi pimpinan KPK 2019-2023

  1. Nurul Ghufron
    Pria kelahiran Sumenep, 22 September 1974 ini merupakan Dekan Fakultas Hukum Universitas Jember. Menyelesaikan pendidikan sarjana hukum di Universitas Jember, Ghufron lantas menempuh pendidikan magister hukum (S2) di Universitas Airlangga.

Selanjutnya dia melengkapi karier akademiknya itu dengan menempung jenjang doktoral (S3) di Universitas Padjajaran. Ghufron beberapa kali hadir sebagai saksi ahli dalam persidangan. Dia termasuk akademisi yang berfokus menyoroti pemberantasan korupsi antara lain melalui karya-karya ilmiahnya.

  1. Nawawi Pomolango
    Pria kelahiran Bolaang Mongondow Utara, Sulawesi Utara, 28 Februari 1962 ini merupakan hakim karier pertama yang akan menjabat sebagai pimpinan KPK. Lulus dari Universitas Sam Ratulangi pada 1986, dia akhirnya berhasil merealisasikan cita-cita menjadi hakim pada 1992.

Kariernya diawali sebagai hakim PN Soasio Tidore, Kabupaten Halmahera Tengah, setelah itu bertugas di PN Tondano, Sulawesi Utara (1996), PN Balikpapan (2001) dan PN Makassar (2005).

Pada 2011-2013, Nawawi bertugas di PN Jakarta Pusat dan pada 2016 dipindah sebagai ketua PN Jakarta Timur. Saat itu dia juga pernah menjadi hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta. Sejak akhir 2017, dia menjabat sebagai hakim tinggi pada Pengadilan Tinggi Denpasar.

  1. Lili Pintauli Siregar
    Lili Pintauli Siregar akan meneruskan jejak Basaria Pandjaitan sebagai satu-satunya perempuan di komisioner KPK mendatang. Lili merupakan advokat, pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) periode 2013-2018.

Perempuan kelahiran Tanjung Pandan, Bangka Belitung, 9 Februari 1966 ini merupakan lulusan Fakultas Hukum Universitas Islam Sumatera Utara (UISU). (Red)