Ridwan Kamil Sewot, Ditanya Wartawan

Hukum

KORANBOGOR.com,BOGOR- Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil (RK) sewot saat ditanya Wacana pembentukan Provinsi Bogor Raya yang digulirkan dua kepala daerah.

Gubernur minta agar wacana yang digulirkan itu tidak ditanyakan berulang kali.

“Saya sudah delapan kali menjelaskan masalah itu. Urgensinya bukan itu. Jangan ditanya lagi,” kata RK usai peringatan hari Pramuka ke-58 di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Kamis (22/8).

Urgensi pemekaran itu, ada di wilayah tingkat II. Pemprov Jabar beringinan memperbanyak daerah tingkat II, bukan pembentukan provinsi baru sebagai yang di wacanakan.

“Desa-desa dimekarkan, pelayanan publik mengarah pada keinginan masyarakat,” tuturnya

Gubernur menjelaskan, bila  dibandingkan Dana Alokasi Umun (DAU) yang diterima Pemprov Jabar dengan DAU yang di dapat Pemprov Jatim, terdapat perberbeda Rp 15 triliun.

“Kenapa terjadi perbedaan dalam penerimaan. Karena daerah di Jatim 38 kota/kabupaten, sedangkan di Jabar terdapat  27 kota/kabupaten.

Sementara jumlah penduduk Jabar lebih banyak,” kta RK
Setelah di desak sejumlah awak media, apakah lebih baik perluasan Kota Bogor atau pembentukan Provinsi Bogor Raya. RK kembali sewot dan enggan menjawab pertanyaan. “Sudah cukup segitu saja,” jelasnya.(**)

ReplyForward