Rugikan Negara Rp 17.189.919.828,Kejari Kota Bogor Penjarakan Pengemplang Dana BOS

Bogor Now Hukum


KORANBOGOR.com,BOGOR–Dana Bantuan Operasi Sekolah (BOS) tahun 2017, 2018 dan 2019, dikemplang

Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bogor tetapkan JRR sebagai tersangka, dugaan korupsi BOS sekolah dasar pada kegiatan UTS, UAS dan Try Out serta ujian sekolah.

“Hasil pemeriksaan 22 saksi dan perhitungan kerugian keuangan negara oleh Inspektorat Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. JRR ditetapkan sebagai tersangka,” ujar Kepala Kejari Kota Bogor, Bambang Sutrisna pada wartawan Senin (13/7/2020).

” JRR bertindak sebagai kontraktor penyedia dalam UTS, UAS, Try Out, ujian kenaikan kelas dan ujian sekolah pada seluruh sekolah dasar di Kota hujan” kata Kajari,Bambang Sutrisna

Perhitungan, kerugian negara mencapai Rp17.189.919.828. Akibat kegiatan pengadaan soal ujian SD se-Kota Bogor oleh Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) pada tahun 2017, 2018 dan 2019.

Bambang menyebutkan, mestinya soal ujian dikelola pihak sekolah bersama Komite. Kenyataan dalam kasus ini, pengelolaan justru dilakukan oleh K3S. “Ini jelas tidak boleh dilakukan, dan melanggar,” ungkapnya.

Menurut Bambang, tersangka JRR sempat mengembalikan dana Rp100 juta dari total kerugian negara. BOS diduga diselewengkan digunakan kepentingan pribadi.

Ditanya, apakah ada potensi penetapan tersangka baru. Bambang menegaskan hal itu bisa saja terjadi. Namun yang pasti, penyidik tengah mencari otak pelaku dibalik kasus tersebut.

“Dana BOS harusnya digunakan untuk biaya pendidikan warga miskin. Malah disimpangkan,” paparnya.

Ditegaskan, JRR dijerat pasal berlapis. Ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara. Tersangka JRR kini ditahan di Lapas Paledang, status tahanan Kejari Kota Bogor hingga 14 hari kedepan.

“Sebelum ditahan, tersangka dirapid test dahulu. Hasilnya non reaktif. Protokol kesehatan mesti dijalankan di tengah pandemi Covid-19,” jelas Bambang