Rugikan Negara Rp 250 Miliar,Bareskrim Polri Kumpulkan Bukti Untuk Jerat Direktur Legal Bank BTN

Hukum

KORANBOGOR.com,JAKARTA-Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri masih mengumpulkan dua alat bukti yang cukup untuk menetapkan Direktur Legal Bank Tabungan Negara (BTN) Yossi Istanto sebagai tersangka.

Nama Direktur Legal BTN Yossi Istanto muncul di perkara dugaan tindak pidana korupsi pembobolan BTN dengan nilai mencapai Rp250 miliar yang kini ditangani Bareskrim Polri.

Wakil Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri Kombes Helmy Santika mengakui tim penyidik telah memanggil Direktur Legal BTN Yossi Istanto pekan lalu untuk dimintai keterangan sebagai saksi dalam kasus pembobolan bank BTN.

Selain Yossi Istanto, penyidik juga telah memanggil banyak saksi terkait perkara itu agar makin terang-berderang.

“Memang benar, bahwa YI sudah dipanggil penyidik dan didengar keterangannya sebagai saksi dalam kasus BTN,” tuturnya di Jakarta, Selasa.

Pemanggilan Yossi Istanto tersebut untuk melengkapi dua alat bukti sekaligus untuk mendalami peran Yossi dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi yang merugikan keuangan negara Rp250 miliar.

“Penyidik masih mendalami peran dan keterlibatan dia (Yossi), karena itu kemarin dimintai keterangan sebagai saksi dulu,” katanya.

Mantan Kasubdit Jatanras Polda Metro Jaya itu juga menegaskan tim penyidik tidak hanya akan berhenti pada nama Yossi Istanto. Namun, Helmy mengaku sudah mengantongi beberapa nama lain di BTN untuk diperiksa terkait perkara tersebut.

“Kami juga masih mendalami kemungkinan ada pihak lain ya dalam kasus itu,” ujarnya.

Seperti diketahui, kasus itu berawal saat salah satu perusahaan akan mencairkan dana namun pihak BTN mengkonfirmasi penempatan deposito dana tidak terdaftar. (red)