Screening Film Ilmu Komunikasi Broadcasting UAD Yogyakarta

Hukum

KORANBOGOR.com,YOGYAKARTA– Screening Film Ilmu Komunikasi Broadcasting Universitas Ahmad Dahlan atau yang di singkat SCELIBAD berlangsung pada Ahad, 28 Juli 2019 bertempat di Gedung Kesenian Societet Militair, Taman Budaya Yogyakarta, Jalan Sriwedari No 1, Yogyakarta.

Pada kesempatan itu, Ilmu Komunikasi Broadcast Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta mengadakan screening film dan diskusi film. 

Kegiatan itu, seperti disampaikan ketua penyelenggara Nanda, yang didampingi Erika dari bagian acara, merupakan hasil kolaborasi matakuliah manajemen dan teknik penyiaran televisi, tata suara, dan tata kamera.

Dijelaskan Nanda, acara yang bernama SCELIBAD (Screening Film Ilmu Komunikasi Broadcasting) itu mengangkat tema “meningkatkan semangat kreatifitas mahasiswa di bidang perfilman” dan menampilkan 13 buah film pendek karya mahasiswa. 

Adapun 13 buah film karya mahasiswa Ilmu Komunikasi Broadcast Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta adalah: Luangkan Waktu (Laskar Production), Janji (Layar Balik Production), Hilang (Deadline Production), Gagal (Feeniastap Production), Terlambat (Restu Ibu Production), Sekar (Liquid Production), Pulang (Lintas Production), Merasa Raga (Progress Production), Isyarat (Bar-Bar Production), Aklis (Pohon Kering Cinema), Sah (Orang Tua Production), Separo (Recycle Bin Production), dan Kirana Anjani (Titik Nol Production). 

Ditambahkan Azis Maulana Malik, panitia lainnya, kegiatan ini bisa menjadi langkah awal yang baik kali pertama digagas dosen pengampu untuk kembangkan karya audio visual dan segala hal dalam  gelar karya di luar.

“Ke depan bisa membangun lebih baik dari pelajaran awal yang dicapai,” tandas Azis Maulana Malik, yang berharap bisa melangkah ke depan lebih baik lagi bersama Ilmu Komunikasi Broadcasting angkatan 2017.

Penanggung jawab kegiatan Vani Dias Adiprabowo, SSn, MSn, Dosen Ilmu Komunikasi yang memiliki kepakaran di bidang broadcasting, menjelaskan, acara ini digagas dari tiga matakuliah.

 Dosen lainnya Indah, Arif Ardy Wibowo, SSn, MSn dan Heri Nugroho, SSn, MSn menambahkan, hal ini sebagai tonggak awal agenda tahunan melalui kegiatan mandiri. 

Menurut Vani Dias Adiprabowo, mahasiswa ilmu komunikasi konsentrasi broadcasting harus menentukan di dalam broadcasting akan berdiri di mana? “Di teorinya atau di praktiknya?” tandasnya.Namun, jika berdiri diteorinya saja, kita akan kalah.

Dan begitu juga jika kita berdiri di praktiknya saja, maka kita juga akan kalah. “Oleh karena itu, kita harus mampu menyeimbangkan keduanya, yakni memahami secara teori dan juga praktik,” kata Vani Dias Adiprabowo. 

Mengenai kualitas, dikatakan Vani, dapat diasah dalam dunia kerja. Masa perkuliahan digunakan untuk memperdalam teori.

“Maka jangan takut salah, bernilai jelek dan jangan takut untuk mencoba hal baru,” papar Vani Dias Adiprabowo.Pada kesempatan itu, Vani Dias Adiprabowo berpesan agar mahasiswa jangan berhenti berkarya di semester 4, tapi tiap semester bisa berkarya ke luar.

“Saya selalu memberi apresiasi,” tandas Vani Dias Adiprabowo.Adapun penonton dalam acara itu berkisar 100-200 orang, baik dari kalangan mahasiswa hingga  masyarakat umum di Daerah Istimewa Yogyakarta.Di sisi lain,

Rektor UAD Dr. Kasiyarno, M.Hum mengungkapkan, mahasiswa harus punya pemikiran yang kritis hingga melahirkan inovasi yang menarik. 

“Ke depannya saya berharap agar mahasiswa yang terlibat ini jangan sampai berhenti untuk terus berkarya dan jangan takut memulai sesuatu meski belum mempunyai pengalaman karena ketika kita yakin dan mau mencoba kita pasti bisa,” kata Kasiyarno. (Affan)