Selandia Baru Berlakukan Lockdown Selama Satu Bulan

Bogor Now Hukum Internasional

KORANBOGOR.com,AUCKLAND-Selandia Baru akan memberlakuan penutupan total atau lockdown selama sebulan mulai Rabu (25/3) waktu setempat.

Kebijakan baru ini disampaikan Perdana Menteri Jacinda Ardern, Senin (23/3) kemarin, menyusul meningkatnya jumlah kasus Covid-19 di negara tersebut.

Dengan pemberlakuan lockdown, seluruh penduduk tidak diperbolehkan keluar rumah.

Seluruh kegiatan dan perjalanan dalam rangka bisnis yang tidak esensial juga dihentikan. Pun demikian dengan kegiatan sekolah.

Sebelumnya pada Kamis (19/3) Selandia Baru telah memberlakukan larangan kunjungan bagi warga asing ke negara itu, termasuk bagi penduduk di kepulauan di Pasifik yang sebelumnya mendapat pengecualian.

Warga Australia yang sebelumnya tidak perlu menggunakan visa juga tidak diizinkan masuk ke negara itu.

Ardern mengatakan, keputusan ini akan menempatkan batasan paling signifikan dalam sejarah modern pada pergerakan warga Selandia Baru.

Namun hal tersebut diperlukan untuk menyelamatkan nyawa dan memperlambat laju penyebaran virus.

”Kita semua sekarang bersiap untuk melakukan isolasi diri sebagai suatu bangsa,” kata Ardern dalam konferensi pers.

”Saya paham ini akan terasa menakutkan,” imbuhnya. Namun, kata Ardern, keputusan itu harus diambil untuk menyelamatkan penduduk Selandia Baru dari ancaman virus korona.

Kemarin, warga di seluruh Selandia Baru menyerbu toko dan pusat perbelanjaan untuk membeli barang kebutuhan selama pemberlakuan lockdown.

Mereka mengantre hingga halaman supermarket meskipun pemerintah telah mamstikan bahwa pasokan barang memadai dan toko-toko akan tetap buka selama lockdown.

Warga juga diperkirakan bakal memadati sejumlah bandara domestik mengingat banyak warga Selandia Baru yang pulang sebelum lockdown diberlakukan.

Ikuti Australia

Kepala Kepolisian Mike Bush mengatakan, pihaknya akan mengerahkan lebih banyak personel untuk memastikan segala instruksi dipatuhi dan ketertiban tetap terjaga.

”Kami tidak ingin sampai ke tempat di mana kami perlu menegakkan instruksi ini, tetapi kami akan melakukannya jika diperlukan,” kata Bush kepada wartawan.

Jumlah kasus virus korona di Selandia Baru melonjak hingga 102, lebih dari dua kali lipat sejak Jumat, dengan 36 infeksi baru.

Kendati demikian sejauh ini belum ada korban tewas akibat korona di negeri itu. Ardern mengatakan, kabinet telah menyetujui pemberlakuan siaga level 3 nasional, dan setelah 48 jam akan berada di level tertinggi 4.

Langkah ini diambil Selandia baru setelah negara tetangga mereka, Australia, kemarin memberlakukan lockdown namun tidak memerintahkan isolasi diri.

Dalam pertemuan dengan para pemimpin negara bagian dan teritori pada Minggu (22/3) malam, PM Scott Morrison bersikukuh sekolah harus dibuka pada Senin, meskipun layanan yang tidak penting termasuk restoran dan bioskop tutup.

Sementara itu di Inggris, pemerintah mengerahkan militer untuk mendistribusikan alat pelindung ke sejumlah rumah sakit serta memastikan warga tetap tinggal di rumah dan menjaga jarak sosial atau social distancing.

Sejauh ini terdapat 281 korban tewas akibat korona di Inggris. Langkah tegas juga diambil Arab Saudi yang mulai Senin (23/3) memberlakukan jam malam.

Kantor berita pemerintah, SPA, melaporkan Raja Salman memerintahkan jam malam dari pukul 19.00 hingga 06.00 selama 21 hari untuk memperlambat penyebaran virus.

Lockdown juga diberlakukan di India mulai Senin (23/3) kemarin. Jalan-jalan di ibukota India kemarin sepi.(Red)