Teknologi Sel Surya Menuju Masjid Mandiri Energi

Hukum Kampus Kita


KORANBOGOR.com,GUNUNGKIDUL– Seiring dengan semangat pemerintah dalam upaya peningkatan pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) sebagai sumber energi utama masa depan, diperlukan pengenalan dan sosialisasi yang efektif.

“Sehingga kehadiran teknologi ini bisa diterima dengan baik oleh masyarakat,” kata Umi Salamah, didampingi Damar Yoga Kusuma dan Qonitatul Hidayah, Senin (18/11/2019).

Menurutnya, Program Studi  Fisika (Metrologi, Material Elektronika, dan Instrumentasi), Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta bekerjasama dengan Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Serut,Gedangsari, Gunungkidul, mengadakan  program pengabdian masyarakat tentang pengenalan dan instalasi sel surya menuju masjid mandiri energi. 

Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan oleh Umi Salamah, Damar Yoga Kusuma, dan Qonitatul Hidayah selaku ketua pelaksana. 

Lokasi Gedangsari dipilih karena berada di daerah pegunungan, yang sebagian besar wilayahnya masih berupa lereng gunung dan menyebabkan pemerataan pembangunan di wilayah ini menjadi tantangan tersendiri. 

“Selain itu, jalan-jalan utama di kecamatan Gedangsari yang menghubungkan antardesa masih jauh dari penerangan yang memadai,” ungkap Qonitatul Hidayah, yang menambahkan daerah tersebut memang sering terjadi mati listrik.

Selain itu, rimbunnya pepohonan menjadi salah satu penyebab listrik padam karena kabel tertimpa pohon ketika musim hujan tiba.Menurut Qonitatul Hidayah, pemasangan panel surya dengan tipe Solar Home System (SHS) ini telah dimulai sejak bulan Mei 2016 lalu.

“Tapi, daya yang dihasilkan masih sekadar untuk menggantikan penerangan di dalam masjid,” paparnya.Setelah dilakukan tinjauan analisis kebutuhan, jumlah SHS yang dipasang ditambahkan.

Tujuannya, supaya dapat mencakup seluruh kebutuhan energi listrik. “Bukan hanya di dalam masjid, tapi juga di sekitar masjid,” kata Qonitatul Hidayah, yang berharapan dengan penambahan panel surya itu dapat meningkatkan pemberdayaan ekonomi, sosial, dan pendidikan masyarakat.

Pemasangan itu akan menjadi pilot project dari sebuah mimpi besar yang terus berkelanjutan. Jika pilot project itu berhasil, maka akan membuka peluang bagi pemasangan SHS lain hingga mampu memberikan kapasitas daya listrik yang memadai bagi masyarakat setempat.

“Fokus kami saat ini adalah penambahan kapasitas dan uji coba pemanfaatan untuk penerangan jalan,” kata Qonitatul Hidayah.

Tidak menutup kemungkinan dapat dikembangkan di sektor lainnya, mengingat geografis desa Serut yang berlereng-lereng.

Ketua PRM Serut, Mahmud Joko W, berterima kasih atas terselenggaranya pengenalan teknologi dan instalasi sel surya menuju masjid mandiri energi ini. 

“Semoga kerjasama antara PRM Serut dengan program studi Fisika UAD Yogyakarta dapat berlanjut dan berkesinambungan dengan program-program lain di masa mendatang,” kata Mahmud Joko. (Affan)