Tim Dewan Pers Datangi Polda Maluku

0
160

KORANBOGOR.com,AMBON-Tim Dewan Pers mendatangi Polda Maluku, Kamis (12/4) untuk mengkon­fir­masi penanganan kasus dugaan inti­midasi, penganiayaan dan menghalang-halangi kerja wartawan, di Rumah Kopi Lela, Ambon pada Kamis (12/4) lalu.

Aksi kekerasan terhadap Sam Hatui­na, wartawan Rakyat Maluku dan Abdul Karim Angkotasan, Ketua AJI Ambon itu, sementara ditangani oleh penyidik Ditreskrimum dan Ditres­krimsus Polda Maluku.

Tim Dewan Pers dipimpin oleh Imam Wahyudi itu, dite­rima Kapolda Maluku Irjen Andap Budhi Revianto, didam­pingi Direktur Reskrimum Kom­bes Gupuh Setiyono, Direktur Reskrimsus Kombes. Firman Nainggolan, Kabid Humas Kom­bes M. Roem Ohoirat dan Kor Spri Kapolda Maluku.

“Mereka ke Polda Maluku dalam kaitan juga dengan kasus di Rumah Kopi Lela. Karena mereka juga mendapat laporan sehingga mereka turun untuk cros check langsung ke pelapor dan rencananya juga dengan terlapor,” jelas Ohoirat, kepada wartawan.

Disinggung soal pemerik­saan sebagai ahli oleh peyidik, Ohoirat mengaku, belum tahu apakah mereka bersedia dipe­riksa sebagai ahli ataukah tidak.

“Belum diketahui apakah mereka bersedia jadi saksi atau tidak. Tetapi pastinya mereka datang terkait kejadian itu dan cross check dari kedua sisi insi­den tersebut,” kata Ohoirat.

Pada kesempatan ini, Kapol­da juga mengatakan, kunju­ngan Dewan Pers merupakan wujud silaturahmi antar pers dan kepolisian.

Ahli Bahasa

Penyidik Ditreskrimum telah meminta Unpatti Ambon untuk meminta saksi ahli bahasa untuk melengkapi berkas Abu­bakar Usemahu, terlapor peng­aniayaan wartawan.

“Untuk kasus penganiayaan wartawan itu sudah kami pe­riksa saksi-saksi yang tamba­han dan saat ini, tinggal menu­nggu saksi ahli bahasa. Karena di dalam tindakan pengania­yaan itu ada mengeluarkan kata kotor sehingga penyidik mem­butuhkan keterangan ahli bahasa,” tandas Kabid Humas Polda Maluku, Kombes M Roem Ohoirat saat dikonfirmasi Siwalima, Kamis (12/4).

Menurutnya, tinggal menu­nggu keterangan ahli untuk selanjutnya penyidik akan menentukan sikap lebih lanjut terkait kasus tersebut. “Tinggal menunggu ahli bahasa saja. Jika sudah ada jawaban maka segera akan kita periksa ahlinya untuk ketera­ngan tersebut. Setelah itu baru ditindaklanjuti oleh penyidik,” jelasnya.

Jaksa Terima

Surat perintah dimulainya penyidikan (SPDP) kasus du­gaan intimidasi dan mengha­lang-halangi kerja wartawan dengan terlapor Said Assagaff dan Husen Marasabessy su­dah diterima oleh jaksa penun­tut umum Kejati Maluku.

SPDP Assagaff dan Marasa­bessy yang menjadi terlapor sesuai tanda bukti laporan LP- B/159/III/2018/MALUKU/SPKT Polda Maluku itu, telah diterima sejak Jumat, 6 April 2018.

“Benar bahwa SPDP atas nama SA dan HM sudah dite­rima oleh tim JPU Kejati Maluku sejak tanggal 6 April 2018,” jelas Kasi Penkum dan Humas Kejati Maluku, Samy Sapulette kepada Siwalima, Senin (9/4).

Sementara SPDP Abubakar Usemahu yang menjadi terla­por sesuai laporan polisi no­mor: LP-B/158/III/2018/MALU­KU/SPKT Polda Maluku, su­dah dikirim penyidik ke JPU sejak Selasa (3/4).

Setelah menerima SPDP ter­sebut,JPU tinggal menu­nggu pelimpahan berkas Assa­gaff, Usemahu dan Marasabessy untuk diteliti.

Kecam

Aksi kekerasan, dan meng­halang-halangi kerja wartawan yang dilakukan calon gubernur pertahana Said Assagaff, Hu­sen Marasabessy dan Abuba­kar Usemahu mendapat keca­man, tak hanya dari pers lokal di Maluku, tapi juga pers nasional.

Organisasi pers AJI, PWI dan IJTI meminta polisi mengusut kasus ini hingga tuntas.

Komnas HAM Dukung

Komnas HAM Perwakilan Maluku mendukung kasus penganiayaan dan intimidasi terhadap wartawan diproses hukum hingga tuntas.

Kepala Komnas HAM Per­wakilan Maluku, Benediktus Sarkol kepada Siwalima di ruang kerjanya, Jumat (6/4) mengatakan, intimidasi dan penganiayaan merupakan pe­langgaran terhadap hak wartawan untuk mencari dan menyebarluaskan informasi kepada masyarakat.

Mengingat pekerjaan jur­nalis sangat penting bagi de­mokrasi, Komnas HAM Perwakilan Maluku mendorong sepenuhnya pihak Kepolisian Daerah Maluku untuk meng­usut tuntas semua pihak yang terlibat dalam peristiwa ini dengan mengedepankan profe­sionalisme dan penegakan HAM dalam proses penye­lidikan atas kasus ini.

Demo

Puluhan orang yang terga­bung dalam komunitas sastra PHANSA Ambon, komunitas sastra ILALANG Maluku, komunitas Rumah KITA HILA dan komunitas KOPI WAKAL melakukan aksi solidaritas di pelataran monumen Gong Per­damaian Dunia Ambon, Mi­nggu (1/4) malam memprotes serta mengutuk tindakan keke­rasan terhadap Sam Hatuina, wartawan Rakyat Maluku dan Abdul Karim Angkotasan, Ketua AJI Ambon.

Aksi demo juga dilakukan pembaga pers mahasiswa lintas Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon, Senin (9/4) meminta Polda Maluku me­ngusut tuntas kasus dugaan intimidasi dan menghalang-halangi kerja wartawan yang dilakukan oleh Said Assagaff, Husen Marasabessy dan Abu­bakar Usemahu .(Red/Siwalima)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here