Tim Penyidik Kejagung Intensifkan Penanganan Kasus TPPU Di Bank Mandiri

0
182

KORANBOGOR.com,JAKARTA-Tim penyidik pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung) mengintensifkan penanganan kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) di Bank Mandiri.

Untuk itu, diperiksa Manager Regional PT Bank Central Asia (BCA) Finance, Rafid, sebagai saksi terkait kasus pencucian uang yang dilakukan oleh Rony Tedy, Direktur PT Tirta Amarta Bottling (TAB) Company dalam kasus pembobolan kredit Bank Mandiri (persero) Commercial Banking Center Bandung kepada PT TAB Company.

“Telah diperiksa sebagai saksi Regional Manager PT BCA Finance, Rafid,” kata Dr Mukri, Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung di Jakarta, Rabu (5/12/2018).

Rony Tedy saat ini tengah menjalani persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bandung bersama enam terdakwa lainnya.

Terdakwa Rony yang merupakan Direktur PT TAB Company diketahui telah melakukan penyelewengan pengajuan kredit di Bank Mandiri (persero) Commercial Banking Center Bandung dengan menggelembungkan nilai aset,diduga senilai Rp 73 miliar.

Dalam kasus ini ditaksir negara mengalami kerugian mencapai Rp 1,83 triliun.Berawal ketika Mandiri mulai memberikan fasilitas kredit modal kerja (KMK) pada 19 Desember 2008 .

Sejalan dengan pertumbuhan perusahaan,diberikan lagi beberapa fasilitas tambahan dan mendapat perpanjangan fasilitas KMK senilai Rp 880 miliar,Letter of Credit (LC) senilai Rp 40 miliar impor dan kredit investasi (KI) senilai Rp 250 miliar pada 15 April 2015.

“Penyidik dalam melakukan pengungkapan kasus dugaan tindak pidana pencucian uang ini, telah memeriksa saksi sebanyak enam orang.Masih ada saksi lainnya yang bakal diperiksa,” tutur Mukri.

Tim penyidik Kejagung telah menetapkan Rony Tedy, Direktur Utama PT TAB Bottling, sebagai tersangka sebagai tersangka kasus tindak pidana pencucian uang.

Surat perintah penyidikan kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) terhadap Rony Tedy telah diterbitkan beberapa hari lalu oleh pihak kejaksaan. Pasal TPPU digunakan karena uang hasil kejahatan Rony Tedy telah diubah dalam bentuk pembelian properti dan mobil mewah.

Selain Rony Tedy, Kejagung juga telah menetapkan sejumlah tersangka,yaitu Head Accounting PT Tirta Amarta Bottling (TAB) Vincentius yang sempat buron,Senior Credit Risk Manager Teguh Kartika Wibowo,Relationship Manager PT TAB Frans Edward Chandra, Commercial Banking Manager Surya Baruna Semenguk,tersangka lain berinisial TS dan PPW yang menjabat sebagai pemutus kredit

Kejagung telah melakukan pelimpahan tahap dua terhadap tersangka Rony Tedy sebagai Direktur Utama PT TAB. Dia diduga kuat sebagai aktor intelektual di balik kasus itu.(Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here