Tips Jajanan Sehat untuk Siswa Sekolah Dasar

Hukum

KORANBOGOR.com,YOGYAKARTA-Sekolah atau biasa disebut dengan tempat belajar anak adalah tempat kedua setelah rumah.

Pastinya anak akan lebih banyak menghabiskan waktu di sekolah bersama teman-temanya. Sebagian sekolah saat ini sudah ada yang menjalankan program full day scholl dimana dalam kegiatan belajar mengajar dimuali dari pagi sampai sore hari. 

  Dalam kegiatan belajar mengajar selama seharian penuh pastinya anak akan merasa lapar karena beraktivitas seharian penuh.Orang Tua murid pasti akan merasa cemas tentang keadaan makanan yang disediakan di kantin sekolah.

Cemas tentang kebersihan makanan,kebersihan tempat dan menghawatirkan makanan yang cepat saji seperti Ciki-Ciki dan jajanan lain yang menggunakan Saos. 

Setelah mengetahui kasus tersebut untuk mengatasi makanan yang kurang sehat, sekolah diharapkan untuk selalu mengontrol keadaan kantin agar terciptanya makanan yang sehat dan tidak membahayakan siswa.

Sekolah juga dapat menggunakan cara lain seperti membatasi makanan yang akan dijual atau memfilter makanan sebelum dijual di kantin.

Semisal sekolah memberikan izin untuk menjual makanan ringan seperti Ciki-Ciki hanya 5 macam jenis selebihnya makanan berat seperti Nasi Kuning, Nasi Sayur, Bubur dan lain sebagainya yang tentunya dijamin kebersihannya. 

Namun apabila ada orang tua murid yang masih meragukan kualitas jajanan yang berada di kantin sekolah orang tua juga dapat memberikan bekal nasi kepada anaknya agar ketika anak merasa lapar dapat memakan masakan dari rumah.  

Dengan menggunakan cara tersebut mungkin dapat mengurangi siswa untuk makan makanan yang kurang sehat bagi tubuh manusia.

Dimulai dari hal kecil seperti meningkatkan kualitas makanan sehat di sekolah akan membiasakan siswa untuk hidup sehat diluar lingkungan sekolah.   

(Red/ Vivi Noviantika  mahasiswa dari Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta )