Usulan Pembentukan Provinsi Baru, Hanya Penghias Head Line Media Massa

Bogor Now Hukum

KORANBoGoR.com,BOGOR—Upaya Walikota Bogor, Bima Arya memproklamirkan usulan bentuk provinsi baru yakni Bogor Raya, hanya penghias dinding head line surat kabar dan sejumlah situs berita.

“Upaya kurang matang, tak didukung kajian dan analisa yang hebat dan terkesan sebatas wacana. Hasilnya tidak akan maksimal”, kata Pengamat Kebijakan Publik H Deden pada www koranbogor.com di loby Hotel Salak Bogor Jumat (16/8)

Meski upaya itu kata pengamat, langkah tersebut mendapat dukungan dari Bupati Bogor Ade Yasin. Hal itu tentunya tak cukup, karena berbagai  kajian dan lainnya untuk meyakinkan berbagai pihak sangat penting. “Itu masih bersifat wacana, dan hanya penghias dinding head line dan situs berita saja”, kata Pengamat.

Namun demikian tandasnya, boleh boleh saja. Jangan jangan hanya memecah kebuntuan ditolaknya perluasan pemekaran wilayah Kota Bogor yang tidak didasari konsep, kajian, bahasan atau pembicaraan yang matang pada kepala daerah yang bersangkutan yakni Bupati Bogor.

 “Kepala Daerah maupun DPRD sepertinya menolak atas usulan tersebut, walau jadi  banyolan di tingkat warung kopi”, tandas H Deden.

Dalam pernyataan Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil (Emil) tidak sepakat dengan usulan yang dilontarkan mengenai pembentukan Provinsi Bogor Raya. Menurut Emil yang dikutip dari situs Republika.co,id. Lebih mengutamakan pemekaran wilayah tingkat dua dari pada membentuk provinsi baru.
 

“Justru yang paling urgent sekarang itu pemekaran kabupaten menjadi kota tingkat II karena aksi utama dari palayanan publik itu bukan di provinsi. Itu dalam pandangan saya,” ujar Emil.

Dikatakan, untuk pelayanan publik sebagian besar berada di kabupaten dan kota sehingga pemekaran wilayah tingkat dua menjadi hal yang lebih utama didorong, bukan pembentukan provinsi. “Pemerintahan tingkat dua memiliki luas wilayah besar”, tandas Emil.

Munculnya dukungan Bupati Bogor Ade Yasin atas usulan walikota Bogor untuk membantuk provinsi Bogor Raya.

Menurut pengamat, dukungan tersebut hanya bersifat opinion dan sebagai bentuk upaya menutup keinginan Walikota Bogor, yang ingin mencaplok sebagian wilayah Kabupaten dan masuk dalam wilayah Kota Bogor.

“Sah sah saja ingin membentuk provinsi atau memperluas wilayah. Hanya saja mekanisme ditempuh dengan cara benar melalui kajian dan bukan diumbar di media massa. Sehingga usulan itu, dapat terwujud dan mendapat respon positif dari berbagai pihak.

“Bisa jadi ada rencana lain yang ingin ditunjukan Bima sebagai muatan politik menjelang Oktober, atau ada tujuan politik lain diluar itu”, papar H Deden. (Tik/Red)