WNA Asal Amerika Ditangkap Polda Kalbar

Hukum

KORANBOGOR.com,PONTIANAK-Direktorat Reserse Narkotika (Ditresnarkoba) Polda Kalbar menangkap seorang laki-laki berkewarganegaraan Amerika Serikat, terkait kepemilikan narkotika jenis Synthetic Cannabinoid berbentuk cair atau bahan pembuatan tembakau Gorilla.

Pelaku atas nama Larry Russel Hone ditangkap di Serimbu Kecamatan Air Besar Kabupaten Landak, Jumat (24/4).

Penangkapan terhadap warga negara asing (WNA) asal Negeri Paman Syam ini berawal dari informasi yang diterima Ditresnarkoba pada 6 April, terkait adanya pengiriman paket yang berasal dari Amerika Serikat, yang dicurigai berisi narkotika.

Dari informasi itu, Tim Subdit I Ditresnarkoba kemudian menindaklajuti dengan melakukan pemeriksaan barang bukti ke Puslabfor Polri di Jakarta.

“Penangkapan terhadap yang bersangkutan berawal dari adanya pengiriman paket dari Amerika Serikat yang dicurigai sebagai narkoba.

Dari situ, Ditresnarkoba mengecek barang bukti ke Puslabfor di Jakarta, dikarenakan BPOM Pontianak tidak bisa melakukan pengujian,” ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabidhumas) Polda Kalbar Kombes Pol Donny Charles Go, kemarin.

Berdasarkan uji laboratorium, paket tersebut diakui dia mengandung bahan 5F MDMB PICA, yang merupakan golongan narkotika jenis baru atau New Psychoactive Substances (NPS) di Indonesia.

Setelah mendapatkan uji hasil lab tersebut, Ditresnarkoba, menurut Donny, langsung melacak alamat penerima paket.

Mereka dapati pemilik paket bernama Larry Russel Hone, dengan alamat di Jalan Abdurrahman Saleh Gang Sawit Nomor 6B Kecamatan Pontianak Tenggara, Kota Pontianak.

Namun, pada saat polisi mendatangi rumah pelaku, yang bersangkutan sedang tidak berada di tempat.

Dari keterangan keluarga yang bersangkutan, lelaki yang mereka cari tersebut sedang berada di Serimbu, Kecamatan Air Besar, Kabupaten Landak.

“Selanjutnya pada tanggal 24 April 2020 sekitar pukul 16.30 WIB, setelah diketahui posisi pelaku, tim subdit 1 melakukan penangkapan di wilayah Kabupaten Landak dan membawa tersangka dan barang bukti ke Direktorat Reserse Narkoba Polda Kalbar untuk penyidikan lebih lanjut,” beber Donny. (red)