Wujudkan Desa Mandiri Melalui Gerakan Revolusi Mental

Hukum Kampus Kita

KORANBOGOR.com,SEMARANG – Dalam rangka mewujudkan desa yang mandiri, mahasiswa kuliah kerja nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro (Undip) 2019 di Desa Kedungringin, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang melaksanakan tiga program yang dirangkum dalam gerakan Revolusi Mental. Ketiga program tersebut yakni program Indonesia bersih, Indonesia melayani, dan Indonesia mandiri. 

Ibu Winarni selaku koordinator dosen KKN-RM mengatakan bahwa program dalam KKN Revolusi Mental merupakan bentuk kerjasama antara Universitas Diponegoro dengan Kementrian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), serta Kementrian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti).

Ketua Tim II Undip 2019 di Desa Kedungringin Yusra Faisal Hamid mengatakan, tiga program itu dibagi dalam tujuh program yang lebih spesifik. Meliputi Pendampingan Izin Usaha Mikro (IUM), Pendampingan Izin Pangan Industri Rumah Tangga (P-IRT), Optimalisasi Potensi Desa, Bersih Desa, Pembentukan Sistem Informasi Desa (SID), Publikasi Kegiatan, dan Pembuatan Video.

”Ketujuh program revolusi mental tersebut diharapkan mampu membentuk karakter masyarakat yang mandiri dan berdampak positif pada masyarakat,” katanya.

Target dari program KKN-RM ini yakni pelaku usaha, perangkat desa, dan masyarakat umum. Pelaksanaan program KKN-RM dimulai dari minggu pertama sejak penerjunan mahasiswa ke lokasi KKN sampai dengan minggu kelima. KKN Tim II Undip 2019 Desa Kedungringin mengawali kegiatannya dengan survei ke lingkungan desa untuk mengetahui potensi desa, usaha yang terdapat di desa, serta masalah yang sedang dihadapi desa.

“Dalam pendampingan izin pangan usaha rumah tangga, kami memberikan informasi terkait pengajuan P-IRT kepada pelaku usaha mikro kripik pisang manis Bu Sumirah yang berlokasi di Dusun Krajan” ujar mahasiswa angkatan 2016 ini.

Selanjutnya, mereka melakukan pendampingan pendaftaran IUM kepada pelaku usaha mikro di Dusun Krajan secara online melalui website OSS, hingga terbit NIB (nomor induk berusaha).

Terkait optimalisasi potensi desa, KKN Tim II Undip 2019 Desa Kedungringin melakukan pengembangan potensi kesenian rebana.

Hal ini didasari karena hampir di setiap dusun memiliki kelompok rebana. Kepada tim-tim rebana dilakukan pendampingan latihan rebana secara rutin. Tak hanya itu, mereka juga membantu publikasi melalui sosial media instagram dan facebook.

”Dengan publikasi yang masif, kami harap potensi Desa Kedungringin bisa dikenal masyarakat luas,” katanya.

KKN Tim II Undip 2019 Desa Kedungringin juga berhasil mewujudkan website desa. Sebelumnya, sistem informasi Desa Kedungringin hanya berupa blogspot.

Kini Desa Kedungringin memiliki website baru yang dapat diakses melalui tautan www.kedungringin2019.wixsite.com. Website ini menampilkan berbagai informasi seperti sejarah desa, informasi kelembagaan desa, profil desa, dan lain-lain.

Tidak sampai di situ saja, pemenuhan agenda bersih desa dalam program revolusi mental pun turut dilakukan. Kegiatannya berupa kerja bakti di dusun Boro Kidul untuk menyambut HUT ke- 74 RI. Selain itu juga dilakukan pemasangan tempat sampah di area-area publik di desa Kedungringin.

”Kami akan terus lakukan publikasi terkait program revolusi mental ini. Baik berupa publikasi kegiatan maupun dokumentasi video. Harapannya dapat disebarluaskan ke khalayak luas” tutupnya.

(Red/ Naskah reportase KKN Undip, beberapa foto dilampirkanNomor HP pengirim: Annisa Syifaurrahma )