Dennis Rodman Sosok Figur Informal Dibalik Pertemuan Kim-Trump

0
114
Dennis Rodman (New York Post)

KORANBOGOR.com-Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-Un baru saja selesai menandatangani sebuah dokumen penting , yang segera dibuka ke publik petang hari ini di Hotel Capella, Pulau Sentosa, Singapura, Selasa (12/6) siang.

Jutaan orang di muka bumi ini berharap, pertemuan ini bisa menjadi détente politik atau peredaan ketegangan antara AS dan Korut sekaligus menyibak jalan panjang proses perdamaian di Semenanjung Korea.

Di luar pertemuan bersejarah itu, banyak orang yang lupa dengan jasa seorang tokoh informal yang memungkinkan pertemuan ini bisa berjalan mulus.

Dialah mantan megabintang basket NBA, Dennis Rodman. Dennis yang beberapa jam lalu baru saja mendarat di Bandara Changi Singapura malahan sempat menitikkan air mata saat diwawancarai Televisi CNN.

Sembari mengenakan topi warna merah bertuliskan ‘’Make America Great Again’’ –Motto Presiden Trump ketika selesai dilantik–, Dennis mengatakan, beberapa waktu lalu, ia sempat terkejut ketika menerima telepon dari Gedung Putih.

Gedung Putih berterima kasih kepadanya karena sudah menyibak jalan untuk menggelar pertemuan bersejarah dengan Diktator Korut,Kim Jong-Un.

‘’Dari lubuk hati yang paling dalam, saya merasa sangat-sangat tersanjung ketika berkunjung ke Korea Utara. Kala itu, saya sama sekali tak tahu menahu soal Korea Utara. Saya juga tidak situasi negeri itu sama sekali.

Namun, ketika saya bertemu Kim Jong-Un dan tahu sendiri kulturnya, saya merasa kerasan karena tak ubahnya seperti berada di rumah sendiri,’’ ucap Rodman seperti dilansir Dailymail.

Sempat mengunjungi Korea Utara beberapa waktu lalu,Dennis Rodman juga sempat melontarkan kritikan tajam ke mantan Presiden Barrack Obama yang sama sekali tidak memberikannya peluang untuk membuka pembicaraan dengan Korea Utara itu.

Rodman malah sempat mendapat ancaman pembunuhan kalau ia nekat bertemu Kim Jong-Un di Pyongyang, ibukota Korea Utara. Para pengancam di negaranya menilai langkah Rodman akan sia-sia.

Ketika berbicara soal kesannya selama di Korea Utara, Dennis Rodman menjelaskan, dia semula hanya ingin tampil di sebuah pertandingan basket amal.

Namun,mata semua orang yang mencibirnya kemudian terbelalak ketika Rodman akhirnya benar-benar bertemu dengan Kim.

‘’Saya jatuh cinta dengan negara itu (Korea Utara, Red). Orang Korea Utara juga punya karisma. Mereka juga punya hati,’’ kata Rodman.

Kini, masih ada satu janji Rodman kepada Kim Jong-Un yang belum terealisasi. Ya, usai pertemuan itu, Rodman memang pernah berikrar mengajak sebuah tim basket profesional dari Negeri Paman Sam ke Pyongyang.

Para pebasket profesional itu akan menggelar eksibisi di negeri yang berbatasan dengan Rusia itu. (Red/CNN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here