Gedung Putih Ditutup,Aksi Unjuk Rasa Di Depan Washington DC Terkait Kekerasan Terhadap George Floyd

Internasional

KORANBOGOR.com,WASHINGTON-Gedung Putih ditutup bersamaan dengan merebaknya aksi unjuk rasa terkait kekerasan polisi Amerika Serikat (AS) terhadap warga kulit hitam, George Floyd, di Washington, DC.

Pada pagi Jumat (30/5) waktu setempat atau hari ini (31/5) waktu Indonesia, para demonstran berkumpul di luar Gedung Putih yang menjadi Istana Kepresidenan AS.

Mereka membawa poster dan spanduk mengecam tindakan polisi Derek Chauvin dan rekannya. Mereka menuntut keadilan atas kematian Flyod. George Floyd, seorang pria kulit hitam berusia 46 tahun yang tidak bersenjata yang meninggal setelah seorang polisi Minneapolis yang putih berlutut di lehernya.

Kendati Floyd mengatakandirinya tak lagi bisa bernapas, Chauvin tak peduli dan terus menekan leher Flyod dengan dengkulnya hingga tak berdaya. Insiden kekejaman polisi direkam dengan telepon selular dan tayangan aksi tak manusiawi menyebar luas ke seluruh dunia.

Dalam rekaman video menunjukkan Floyed berulang kali mengerang dan megap-megap. Flyod memohon pada Chauvin,

“Tolong, aku tidak bisa bernapas.” Setelah beberapa menit, Floyd pun tak lagi bisa berbicara dan terkulai.

Atas tindakannya, Chauvin telah didakwa dengan pembunuhan tingkat tiga dan pembunuhan tingkat dua.

“Chauvin berlutut di leher Floyd selama 8 menit dan 46 detik, dan otopsi menemukan dampak gabungan dari ia ditahan oleh polisi, kondisi kesehatan yang mendasari dan potensi minuman keras dalam sistemnya kemungkinan berkontribusi pada kematiannya,” demikian laporan atas kematian Flyod.

Dengan didakwa pembunuhan tingkat ketiga dan kedua, jika terbukti, Chauvin akan dihukum penjara selama 25 tahun.

(Red/AFP/OL-)