Kembali Menguat Isu Rasisme,Perlu Pembenahan Di UEFA Dan Federasi

Internasional Olahraga

KORANBOGOR.com,BRUSSELS-Vincent Kompany menyebut perlu ada pembenahan di UEFA dan federasi sepak bola nasional seiring kembali menguatnya isu rasisme belakangan di liga-liga top Eropa.

“Rasisme sesungguhnya terletak pada fakta bahwa tak satupun dari institusi ini punya perwakilan yang benar-benar memahami apa yang dilalui Romelu. Itu masalah sebenarnya,” ungkap Kompany dikutip The Sun.

Korban rasisme terbaru adalah penyerang Inter Milan, Romelu Lukaku saat menjalani laga tandang ke Cagliari di Serie A, Senin (2/9) lalu. Kala hendak mengeksekusi penalti, dirinya mendapat cemoohan berupa suara-suara monye. Dalam kurun sebulan, sudah ada Tammy Abraham, Paul Pogba, Marcus Rashford, dan Kurt Zouma yang juga jadi korban rasisme.

Kompany menilai seharusnya posisi-posisi penting di UEFA dan federasi bisa diisi orang-orang dari latar belakang beragam. Dengan begitu, mereka akan paham dengan situasi yang dihadapi para pemain.

“Di UEFA, Inggris, dan Italia, kebanyakan tempat, ada masalah dengan keberagaman di posisi-posisi berkuasa dan di ruang dewan. Kalau Anda punya keberagaman, Anda tak bisa punya keputusan yang tepat dalam hal sanksi, sesimpel itu,” tambah eks bek Manchester City asal Belgia itu.