Penelitian Terbaru : Golongan Darah O Kebal Terhadap Virus Corona

Internasional Kesehatan

KORANBOGOR.com-Penelitian terbaru dari perusahan bioteknologi 23andME, California, Amerika Serikat mengungkapkan golongan darah bisa menjadi faktor seseorang rentan terkena virus Corona atau Covid-19. Golongan darah O disebut kebal terhadap virus berbahaya tersebut.

Dalam penelitian, ditemukan seseorang dengan golongan darah O lebih kebal sekitar 9-18 persen terhadap virus Corona dibanding golongan darah lainnya. Sementara, seseorang dengan golongan darah A lebih rentan terjangkit virus serupa.

Studi ini menggunakan parameter usia, jenis kelamin, indeks massa tubuh, etnis, dan komorbiditas atau penyakit bawaan pada seseorang. Penelitian ini juga membanding apakah faktor rhesus (golongan darah + atau -) juga mempengaruhi golongan darah tertentu protektif terhadap virus Corona.

Sebelumnya, studi serupa juga pernah dilakukan oleh sekelompok peneliti di China yang menyatakan golongan darah A memiliki risiko lebih tinggi untuk terserang Covid-19.

Meski begitu, para peneliti mengaku penelitian terkait kerentanan golongan darah tertentu pada virus Corona masih berupa temuan awal dan membutuhkan penelitian lanjutan. Terlebih, dari 206 pasien yang meninggal karena terjangkit virus Corona di Wuhan, China, hanya 85 orang yang bergolongan darah A.

“Bahkan dengan ukuran sampel ini mungkin tidak cukup untuk menemukan asosiasi genetik. Kami pun bukan satu-satunya pihak yang meneliti hal ini. Pada akhirnya, para pakar ilmiah yang mungkin perlu mengumpulkan sumber dayanya untuk menjawab kaitan genetik dengan Covid-19,” ujar salah seorang peneliti, dikutip dari South China Morning Post.

Sementara itu, spesialis penyakit menular dan profesor Fakultas Kedokteran Universitas Vanderblit, Tennessee, Amerika Serikat, William Schaffner mengatakan belum ada kepastian apakah faktor golongan darah dapat mempengaruhi seseorang terserang virus Corona.

Dalam studi yang dilakukan Universitas Colombia beberapa waktu lalu, dari 478 orang dengan golongan darah A, sebanyak 233 orang dinyatakan positif Covid-19 atau sekitar 48 persen. Sedangkan, dari 761 orang bergolongan darah O sekitar 312 orang dinyatakan positif Covid-19 atau sekitar 40 persen.

“Perbedaan dari sudut pandang praktis tidak terlalu besar di antara golongan darah. Hanya karena dua hal saling terkait bukan berarti bahwa satu hal menyebabkan hal yang lain, mereka mungkin hanya dihubungkan secara kebetulan dan ada sesuatu yang terjadi yang perlu diselidiki” kata William dikutip dari Prevention. (Red)