Polisi Bubarkan Peringatan Kematian Lelaki Kulit Hitam Di Perancis

Internasional

KORANBOGOR.com,PERANCIS-Polisi Perancis menembakkan gas air mata pada Rabu dini hari (3/6) untuk membubarkan demonstran yang memperingati kematian seorang lelaki kulit hitam dalam suatu operasi kepolisian pada tahun 2016, yang oleh sebagian kalangan disamakan dengan kematian George Floyd di AS.

Wartawan Reuters melihat polisi menggunakan gas air mata setelah sejumlah demonstran mulai menyulut kebakaran dan mendirikan barikade di sekitar Avenue de Clichy di Paris Utara, yang dikotori oleh sampah dan pecahan kaca.

Ribuan orang berkumpul sebelumnya untuk berdemonstrasi mengenang Adama Traore, lelaki kulit hitam Perancis berusia 24 tahun yang tewas dalam operasi polisi tahun 2016.

Demonstran membangkang larangan polisi yang diberlakukan karena risiko kekacauan dan ancaman penyebaran virus corona.

Demonstrasi itu telah mengundang perhatian di media sosial orang-orang yang mendukung gerakan “Black Lives Matter” dan mereka yang mendukung protes di AS terkait kematian George Floyd pada 25 Mei di Minneapolis.

Floyd adalah lelaki kulit hitam berusia 46 tahun yang tewas setelah seorang polisi kulit putih menindih lehernya selama hampir sembilan menit.

Keluarga Traore menyatakan ada kekerasan berlebihan sewaktu ia ditangkap dan ditelikung oleh tiga polisi.

Berbagai laporan patologi menunjukkan kesimpulan yang saling bertentangan mengenai apakah kematiannya dua jam kemudian adalah akibat asfiksia atau faktor-faktor lain termasuk masalah kesehatannya.(Red/VOA INDONESIA)