Rekor Memalukan Ditorehkan Barcelona,Usai Dibekuk Bayern Muenchen Skor 8-2

Internasional

KORANBOGOR.com,LISBON-Rekor memalukan ditorehkan Barcelona usai dihantam Bayern Muenchen 2-8 pada perempat final Liga Champions, di Estadio Da Luz, Sabtu (15/8). Barcelona perlu diketahui, perlu diketahui sangat jarang kebobolan delapan gol.

Terakhir kali mereka kalah dengan kemasukan delapan gol adalah saat takluk 0-8 dari Sevilla di babak 16 besar Copa del Rey pada 1946 atau 74 tahun lalu.

Opta mencatat, Barca juga lama tak pernah kebobolan tujuh gol, setelah terakhir kali kalah 4-7 dari Valencia pada Oktober 1949 silam.

Di Liga Champions, ini adalah kali ketiga Barcelona kemasukan lima gol atau lebih dalam satu laga. Los Cules kalah 2-6 dari Valencia di Fairs Cup 1962 dan kalah 4-5 dari Levski Sofia di Piala UEFA 1976.

Melawan Muenchen, gawang Barcelona sudah dibobol Thomas Mueller di menit keempat. Gol bunuh diri David Alaba sempat memberi asa bagi pasukan Quique Setient.

Tapi Bayern menunjukkan bahwa mereka memang lebih baik dengan tiga gol lain untuk menutup babak pertama. Di awal babak kedua, gol Luis Suarez di menit ke-57 menghidupkan asal Barca. Lagi-lagi Bayern menjawabnya dengan tanpa ampun: mencetak empat gol lain dan menutup laga dengan kemenangan 8-2.

Kekalahan memalukan dari Bayern Muenchen jadi tamparan keras buat Barcelona. Gerard Pique berharap klubnya sadar harus melakukan perubahan menyeluruh.

Bek Spanyol itu menyebut, kekalahan ini merupakan tanda nyata Los Cules telah mencapai titik terendah, setelah harus mengakui kemenangan Real Madrid di LaLiga, setelah disalip selepas lockdown.

Baca juga: Barcelona Vs Bayern Muenchen, Die Roten Menang Telak 8-2

“Sakit rasanya. Kami semua merasakannya. Kami tak bisa bertarung seperti itu. Ini sangat-sangat sulit untuk diterima.

Tidak ada lagi yang perlu dikatakan. Klub ini butuh perubahan, bukan cuma para pemain, tapi saya tak mau menunjuk seseorang. Tapi sepakbola memang adalah olahraga di mana perubahan dibutuhkan secara konstan.

Kami harus mengubah dinamika karena saya yakin kami baru saja mencapai titik terendah. Kami harus melihat ke sekitar, harus percaya bahwa orang-orang akan melakukan hal-hal besar untuk klub,” ungkapnya kepada Movistar, seperti dikutip BBC.

Pique percaya Barcelona butuh perubahan dan bukan sekadar di level pemain. Ia bahkan siap pergi jika harus jadi korban dari perubahan tersebut. “Apakah ini akhir sebuah era?

Saya tak tahu. Tapi saya tahu kami harus menerima bahwa kami sudah terdampar di titik terendah. Bukan cuma para pemain, tapi sebagai sebuah klub, kami tidak dalam jalur yang tepat. Kami sudah sempat mengalami periode sukses, tapi kami belum lagi memenangi liga dan juara di Eropa, dan kami harus bersaing.”