4 Tempat yang Paling Beresiko Dikunjungi saat Pandemi Covid-19

Bogor Now Kampus Kita

KORANBOGOR.com- Menurut WHO beberapa tempat di ruang publik semakin beresiko untuk menjadi tempat penularan Covid-19, terutama di tempat-tempat yang banyak kerumunan, tertutup serta memiliki jumlah ventilasi yang terbatas.

Merujuk pada hasil studi yang dilaporkan CDC (Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat), studi tersebut dilakukan dengan melihat kasus Covid-19 yang diperiksa di 11 fasilitas perawatan kesehatan AS dan melihat rasio pasien yang menerima hasil tes Covid negatif versus positif, para peserta diwawancara tentang aktivitas mereka selama 14 hari sebelum gejala mereka mulai timbul.

Oleh karena itu, untuk mencegah penularan yang lebih banyak, perlu adanya protokol yang lebih ketat atau penyesuaian aktivitas di tempat-tempat berikut ini:

  1. Restoran
    Sebanyak 40,9 persen pasien dengan hasil positif Covid-19 di Amerika pernah makan di luar dua minggu sebelumnya, hanya 27,7 persen yang dites negatif mengaku pernah ke makan di restoran sebelumnya.
  2. CDC bahkan menyebut risiko penularan di tempat restoran lebih tinggi
    daripada naik transportasi umum atau potong rambut di salon, karena kebanyakan orang tidak mengenakan masker ketika makan di restoran, dan di restoran biasanya memiliki ruang tertutup, sehingga resiko penularan lebih tinggi.
  3. Gym
    Salah satu tempat pusat kebugaran yaitu gym, merupakan tempat yang juga beresiko tinggi terjadinya penularan covid,dimana sangat minimnya ventilasi pada tempat ini ditambah banyak orang yang cenderung mengeluarkan banyak droplet, saat proses berolahraga, sehingga membuat banyak alat-alat di tempat tersebut terkontaminasi.
  4. Di antara pasien yang diteliti oleh CDC, 7,8 persen orang yang dites positif pernah ke pusat kebugaran dalam dua minggu terakhir. Oleh karena itu di masa pandemi ini lebih baik untuk berolahraga di rumah untuk sementara waktu, dan jika ingin berolahraga di gym pastikan
    tempat tersebut telah menerapkan protokol kesehatan yang ketat.
  5. Bar dan Tempat Nongkrong
    Pada umumnya, anak-anak muda berkumpul di tempat seperti bar, cafe, atau tempat nongkrong, kemudian bercengkrama dengan teman-temannya, padahal kebanyakan dari tempat-tempat tersebut selalu ramai dan di ruangan yang tertutupm di tambah lagi banyak yang
    tidak mengenakan masker dengan tepat.
  6. Kegiatan Keagamaan Laporan CDC mencatat perbedaan mencolok antara orang yang pergi ke gereja atau pertemuan keagamaan lain dan mendapatkan hasil tes positif, yakni 7,8 persen, dan orang yang dites
    negatif, yakni 5 persen. Jika memang harus hadir di tempat ibadah, sebaiknya tetap usahakan untuk menerapkan protokol kesehatan ketat, seperti mengenakan masker, menjaga jarak dan
    rajin mencuci tangan.

Penulis: Rifka Safira