“APA YANG TERJADI PADA PENDIDIKAN DI ERA GLOBALISASI?”

Kampus Kita

KORANBOGOR.com,YOGYAKARTA-Pada era Globalisasi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang disertai dengan kencangnya arus itu membawa dampak tersendiri bagi dunia pendidikan.

Dalam beberapa tahun ini di Indonesia sudah banyak sekolah-sekolah yang melakukan sistem pendidikan internal, seperti bilingual school yang menerapkan bahasa asing seperti bahasa inggris atau bahasa arab sebagai mata pelajaran wajib di sekolahnya.

Tak hanya di jenjang pendidikan tingkat bawah namun hal ini juga terjadi pada perguruan tinggi negeri maupun swasta. Globalisasi pendidikan diberlakukan untuk kebutuhan pasar akan tenaga kerja berkualitas yang semakin ketat.

Dengan globalisasi pendidikan diharapkan bisa bersaing dengan negara yang  lebih maju pendidikannya. Hal ini mau tidak mau harus dilakukan agar menghasilkan lulusan yang siap kerja agar tidak menjadi istilahnya budak di negara sendiri, sungguh miris. 

Di Indonesia terkadang kondisi masyarakat dengan peningkatan kualitas pendidikan itu tidak selaras, kenapa? Karena saat ini masih banyak masyarakat Indonesia yang berada dibawah garis kemiskinan.

Dalam hal ini untuk mendapatkan kualitas pendidikan yang baik tentunya harus memiliki biaya yang cukup besar. Dan hal itu menjadi salah satu penyebab globalisasi tersebut belum bisa dirasakan oleh semua kalangan masyarakat.

Untuk contohnya tidak perlu jauh-jauh seperti masuk ke perguruan tinggi yang bertaraf internasioanl di dalam negeri sendiri saja memerluka biaya lebih dari 8 digit angka.

Dan hasilnya pendidikan itu hanya bisa di sanggupi oleh golongan atas yang bisa dikatakan mapan atau memiliki kekayaan dan dengan kata lain yang maju semakin maju dan yang terpinggirkan semakin tenggelam dalam arus globalisasi yang semakin kencang dan dapat menyeret mereka dalam jurang kemiskinan. 

Era globalisasi dapat mengancam sistem yang murni dalam pendidikan. Banyak didirikan sekolah-sekolah dengan berbagai tujuan seperi media berbisnis.

Kemudian dalam dunia maya, selain sarana sebagai mengakses informasi dengan cepat dan mudah dunia maya juga memberikan dampak negative yang parah bagi siswa.

Ada aneka macam materi yang berpengaruh negative bertebaran di dunia maya. Seperti yang telah kita ketahui seperti pornografi, kebencian, rasisme, kejahatan, kekerasan dan sejenis lainnya yang bersifat negative. 

Apa yang harus dilakukan untuk mengahadapi hal tersebut? Yaitu dengan menyesuaikan pendidikan Indonesia di Era Globalisasi.

Dari ukuran dunia pendidikan kita belum siap menghadapi globalisasi namun demikian belum siap juga bukan berarti kita akan hanyut begitu saja dalam arus tersebut. Indonesia memiliki potensi seperti SDM yang kompetitif dan tangguh maka dari itu harus bisa mengelola hal yang murni sudah dimiliki.

Harus optimis bahwa masih banyak peluang untuk bisa menghadapai segala era yang akan datang.

Dan terakhir alternatif yang lumayan kuat adalah dengan penguatan fungsi keluarga dalam pendidikan anak dengan penekanan pada pendidikan informal sebagian dari pendidikan formal anak disekolah.

Keluarga memiliki peranan yang sangat penting dalam mendidik sang anak sehingga akan membuat kita lebih hati-hati untuk tidak melemparkan kesalahan terhadap dunia pendidikan kepada masyarakat karena mendidik itu tidaklah mudah. 

(Red/Rizka Amalia Ramadhanti,Status : Mahasiswa Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta)