Bahaya Penggunaan Gadget Untuk Anak SD

Kampus Kita

KORANBOGOR.com,YOGYAKARTA-Seiring dengan perkembangan zaman dan perkembangan teknologi yang begitu pesat pada saat ini, gadget adalah teknologi yang sudah tidak asing di kehidupan sekarang,apalagi gadget bisa digunakan semua kalangan terutama anak SD,

Dan anak SD sekarang sudah di pegangi gadget oleh orang tuanya, tidak menutup kemungkinan untuk mereka memainkan gadget nya dan melupakan belajar saat malam hari,anak menjadi mengantuk disaat proses belajar dan tidak memperhatikan saat guru menerangkan akibat bermain gadget nya saat malam hari dan tidak ingat waktu,karena mereka lebih asik dengan permainan yang ada di dalam gadget tersebut.

Beberapa anak pun lebih memilih bermain gadgetnya dari pada bermain di luar rumah, 

Beberapa orang tua mengizinkan anaknya membawa gadget nya ke sekolah, dan ada beberapa sekolah yang sekarang memperbolehkan muridnya untuk membawa gadget meskipun hanya diperbolehkan di saat istirahat dan pulang saja, tetapi hal ini mengakibatkan beberapa siswa yang tidak fokus pada pelajaran, mereka tidak sabar untuk membuka gadgetnya.

Bahkan, ada beberapa anak yang bandel dia menggunakan gadget nya secara sembunyi-sembunyi tanpa guru mengetahuinya, ada beberapa kasus anak SD yang melihat konten yang tidak pantas dilihat anak seusianya. Maka dari itu dari pihak orang tua maupun sekolah harus benar-benar mengawasi anaknya atau peserta didiknya dalam bermain gadgetnya.

Dampak Penggunaan gadget secara berlebihan bagi anak Sd, yaitu; mengganggu pertumbuhan otak anak, tumbuh kembang yang lambat, kurang tidur, kecanduan, proses belajar yang tidak berkelanjutan, mengantuk saat pelajaran karena begadang dan lain sebagainya.

Dari beberapa dampak tersebut tentu saja berpengaruh buruk untuk masa depannya, apalagi jika orang tua membebaskan mereka untuk bermain gadgetnya kapan saja tanpa dilarang.

Lalu, bagaimana cara orang tua dan guru menangani anak agar tidak kecanduan gadget terutama untuk anak SD ? 

Ada beberapa cara, yaitu pertama,orang tua harus membatasi anaknya dalam bermain gadgetnya, misalnya saat hari libur sabtu sampai minggu atau saat libur semester saja, membolehkan memainkan gadgetnya ketika ada hal yang penting saja,

Kedua, orang tua mengawasi anak di saat bermain gadget, tetapi sebaiknya tidak mengekang anak.

Ketiga yaitu, pihak sekolah sebaiknya melarang muridnya membawa gadget ke sekolah kecuali ada kegiatan diluar proses belajar,

Keempat yaitu, memotivasi anak agar membiasakan dirinya tanpa memegang gadget nya tidak hanya disekolah tetapi dirumah juga. Jadi sebaiknya pengawasan anak dalam penggunaan gadget harus benar-benar di awasi dengan sungguh-sungguh, agar tidak terjadi hal yang membuat anak mempunyai dampak buruk di masa yang akan datang.

(Red/Nama : Fitria Nur Khofifah Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta )