Belajar dari rumah,apa saja tantangannya pada anak Sekolah Dasar?

Bogor Now Kampus Kita

KORANBOGOR.com,YOGYAKARTA-Tahun 2020 merupakan tahun yang berat untuk semua Negara salah satunya adalah  Indonesia. Mengapa tahun 2020 dikatakan tahun yang berat? Itu dikarenakan adanya Corona Virus Disease ( Covid-19) yang telah memakan korban jiwa yang cukup banyak di Indonesia, bahkan September ini mencapai 29.715.420 kasus yang dilansir oleh worldometers.info pukul 08.00 WIB. 

Mentri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anwar Makarim menerbitkan Surat edaran Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pendidikan Dalam Masa Darurat Corona Virus Disease ( Covid-19).

Terkait balajar dari rumah. Mendikbud menekankan bahwa pembelajaran dalam jaringan (daring)/jarak jauh dilaksanakan untuk memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa, tanpa terbebani tuntutan capaian kurikulum untuk kenaikan kelas dan kelulusan.

    Pembelajaran jarak jauh atau menggunakn sistem belajar daring diterapkan di berbagai jenjang pendidikan, mulai dari jenjang TK sampai perkuliahan. Hanya saja perlunya penekanan dan perhatian yang berbeda disetiap jenjangnya.

Pada jenjang sekolah dasar, orang tua sangat berperan penting dalam pembelajaran apalagi jika peserta didik masih berada di kelas level bawah (kelas 1-3) butuh tenaga ekstra untuk membimbing dan mengajarinya. Orang tua, selain menjadi orang tua dirumah juga harus menjadi guru di tengah pandemic saat ini yang angka penularannya semakin lama semakin meningkat di Indonesia. 

    Peran orang tua saat ini sangat berpengaruh dalam mendampingi anaknya yang belajar dari rumah. Orang tua dan guru harus bekerja sama dalam mengajar dan mendamping anak atau peserta didiknya.

Saat ini guru di tuntut untuk lebih kreatif dan aktif lagi dalam mengajar meskipun tidak dalam kondisi pandemic saat ini, guru tetap dituntut untuk kreatif dan aktif memberikan materi, tetapi karena kondisi pandemic saat maka guru harus lebih ekstra memikirkan media apa yang cocok di tengah pandemic saat ini dan lebih efektif digunakan.

Jadi apa saja tantangan belajar dari rumah untuk anak SD? Pada dasarnya tantangan setiap daerah itu berbeda-beda dan tidak bisa disetarakan semua, alasannya karena kondisi yang dialami setiap daerah itu berbeda-beda, ada yang jaringannya kurang memadai atau kondisi keluarganya yang menengah kebawah.

Kondisi tersebut banyak dijumpai di daerah-daerah terpencil atau yang jauh dari kota. Seperti yang sudah dijelakan di paragraph sebelumnya bahwasannya pada kondisi pandemi seperti ini, peserta didik butuh pendampingan orang tua.

Jadi, orang tua harus meluangkan waktunya meskipun orang tua juga harus bekerja. Peserta didik yang berada di kelas bawah belum mengetahui dan paham betul dengan penggunaan media daring sehingga membutuhkan pendampingan. 

    Meskipun pemerintah menyediakan media pembelajaran tapi kondisi yang dialaminya tidak memungkinkan untuk menggukan media yang digunakan sehingga guru harus memikirkan cara lain untuk mengajar.salah satu solusinya adalah dengan mendatangi peserta didiknya atau membagi semua siswa dalam satu kelas menjadi beberapa kelompok belajar kecil tetapi tetap memerhatikan protocol kesehatan yang berlaku.

Red/Rita Maharani mahasiswi dari Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta