BELAJAR DI RUMAH

Bogor Now Kampus Kita

Oleh : Deny Nuryulisa mahasiswa Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta

KORANBOGOR.com,YOGYAKARTA-Sejak bulan Maret 2020 pemerintah memberi kebijakan untuk melakukan pembelajaran jarak jauh karena adanya pandemi virus Corona.

Kebijakan tersebut mengakibatkan semua kegiatan belajar mengajar baik di tingkat SD, SMP, SMA, bahkan Perguruan Tinggi dilakukan di rumah masing-masing atau secara daring.

Dengan adanya kebijakan baru ini banyak sekali tantangan
yang harus dihadapi bagi pengajar ataupun pelajar.

Terlebih bagi siswa SD,kebijakan ini sangat dirasakan karena murid-murid seumuran SD dalam belajar sangat membutuhkan pendamping atau guru.

Murid-murid yang biasanya belajar dengan gurunya secara langsung, karena adanya pandemi ini harus melakukan pembelajaran mandiri di rumah.

Meskipun dapat didampingi oleh orang tua, namun tidak semua orang tua mengerti materi yang diajarkan.

Hal ini juga manjadi tantangan tersendiri bagi para orang tua untuk bagaimana caranya agar anak bisa belajar secara maksimal di rumah.
Disisi lain para siswa dituntut untuk memahami semua materi yang diberikan oleh guru.

Para guru juga dituntut untuk menyampaikan materi kepada siswa secara maksimal dan sebaik mungkin. Adanya sistem belajar di rumah tentu membuat banyak permasalahan baru.

Permasalahan lainnya adalah, tidak semua siswa memliki fasilitas untuk melakukan pembelajaran secara daring, seperti gawai dan kuota internet.

Kegiatan belajar di rumah ini juga mengharuskan para guru untuk menguasai kemampuan berteknologi,karena di Indonesia masih
banyak sekali pengajar yang belum bisa memahami tentang cara penggunaan teknologi yang semakin canggih ini.

Dengan demikian, baik pengajar maupun palajar sama-sama mengalami
kesulitan dalam pembelajaran jarak jauh ini dan dipaksa untuk mahir dalam berteknologi.