Bimawa dan PKM Center UAD Gelar Workshop Kewirausahaan

Kampus Kita

KORANBOGOR.com,YOGYAKARTA — Biro Kemahasiswaan dan Alumni (Bimawa) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta bekerja sama dengan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Center UAD Yogyakarta selenggarakan workshop kewirausahaan, Senin (23/9/2019) di Kampus 2 Jl Pramuka, Pandeyan, Umbulharjo, Yogyakarta.

Awal mula yang mendaftar kegiatan itu ada 400 orang mahasiswa, tapi setelah diseleksi judul yang lolos 294 orang mahasiawa, kemudian seleksi desain rencana usaha yang lolos menjadi 65 orang mahasiswa.

Pada acara workshop kewirausahaan itu dibagi menjadi dua: sesi pagi diperuntukkan bagi mahasiswa dan sesi siang untuk 20 orang dosen pengampu matakuliah kewirausahaan di UAD Yogyakarta.

Sebagaimana disampaikan Defry Rahmad Susanto selaku Ketua PKM Center UAD, yang didampingi Vernandy Yusuf (pelatih tim wirausaha UAD), tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan bekal pengetahuan bagi mahasiswa yang akan memulai merintis bisnis maupun yang sedang merintis bisnis.

“Agar dapat menjalankan bisnisnya dengan baik sehingga mampu bersaing dengan yang lainnya,” kata Deddy Rahmad Susanto.

Sementara itu ditambahkan Kepala Bimawa UAD, Dr. Dedi Pramono, M.Hum, semaraknya usaha bisnis di kalangan mahasiswa UAD Yogyakarta dan upaya universitas yang mencanangkan sebagai interpreneur university telah membangkitkan roh Muhammadiyah yang dibangun oleh kalangan menengah terdiri dari para saudagar.

“Senyampang masih hidup, maka belajarlah pada siapa saja, kapanpun, di mana pun dan jangan berhenti pada hari ini,” kata Dedi Pramono di depan mahasiswa. 

Sedangkan Wakil Rektor III UAD Dr Abdul Fadlil, MT berharap, kegiatan workshop ini dapat memperkuat pengetahuan tentang bisnis.

“Untuk itu, ke depannya mahasiswa harus bisa mengembangkan dan mengimplementasikan jiwa wirausahanya,” kata Dr Abdul Fadlil, MT. Ditambahkan Danang Sukantar MPd, Kepala Bidang Pengembangan Kemahasiswaan Biro Kemahasiswaan dan Alumni (Bimawa) UAD, mengatakan, bisnis adalah usaha untuk menghasilkan uang.

“Bukan uang hasil kompetisi, tetapi dari proses bisnisnya,” ungkap Danang Sukantar. (Affan)Attachments area