BINGUNG MENGATASI ANAK SD SUDAH BERPACARAN? INI CARANYA

Kampus Kita

KORANBOGOR.com,YOGYAKARTA-Pasti ada masanya seseorang mengenal  kata cinta, dizaman sekarang seusia anak SD pun sudah mengenalnya.Kebanyakan orangtua mungkin berharap anaknya akan mulai menjalin hubungan dengan lawan jenis ketika usianya sudah cukup dewasa.

Namun, suka atau tidak beberapa anak memang sudah mulai pacaran di usia yang cukup belia. Bisa jadi karena pengaruh pergaulan media, atau situs jejaring sosial. Pembiaran anak berpacaran hanya akan membawa efek negatif yang bisa merusak masa depan anak. Lalu pertanyaannya, 

Haruskah membatasi hubungan anak dengan teman dekatnya?

Sebelum mengambil langkah untuk membatasi hubungan pertemanan anak, terlebih dahulu anda bisa mencari tahu apa makna pacaran menurutnya.

Pada umumnya anak SD yang masih polos mengira pacaran itu berduaan dan berpelukan dengan lawan jenis, jika pemikiran anak sekedar seperti itu minta anak menunda pacaran sampai ia sudah cukup dewasa.

Jelaskan bahwa menyukai atau mencintai adalah hal yang baik, namun jika arti menyukai dan mencintai dalam artian pacaran atau mungkin jawaban anak soal pacaran seperti,”Dia baik sekali sama aku” dan,”Dia cantik” Anda bisa menjelaskan batasan-batasan apa yang anda harapkan darinya. 

Misalnya anak tidak boleh pergi berduaan dengan teman ceweknya tanpa pengawasan orangtua. Awasilah jika anak menampakkan gerak-gerik mencurigakan seperti halnya anak remaja pacaran. 

Pentingkah memantau pergaulan anak disosial media?

Ketika anak sudah mulai berpacaran, dizaman sekarang sangat mudah bagi anak mengakses sosial media dan biasanya tidak menutup kemungkinan bagi anak lebih sering mencari informasi seputar pacaran diinternet.

Untuk itu, Anda sebagai orangtua perlu memantau media yang dikonsumsi anak. Pembatasan yang dilakukan seperti membatasi tontonan, media sosial, penggunaan internet anak dan sebagainya.Hal ini perlu dilakukan agar anak tidak terlalu memakan hal-hal yang belum selayaknya diketahui seusianya.

Hal-hal yang selanjutnya dilakukan yaitu anda perlu mengetahui teman-teman sebaya anak. Mungkin sebagai orang tua menghadapi anak anda dijaman sekarang ini yang mudah sekali terpengaruh budaya barat seperti banyaknya adegan dewasa seperti berpelukan, ciuman yang mungkin akan ditirukan oleh anak.

Anda perlu berkomunikasi dengan pihak sekolah, wali kelas anak untuk mencari tau apakah teman-teman anak berpotensi mempengaruhi pemikiran maupun perilaku anak.

Lalu apakah yang dapat dilakukan ketika anak SD sudah mengenal pacaran?

Pertama, dimulai sejak dini pilihkan lingkungan yang baik untuk anak. Seperti sekkolah yang islami, memilih kawan bermain yang tepat untuk anak dan lain sebagainya. Jika sejak dini anak sudah berada dilingkungan yang baik, kecil kemungkinan anak akan terpengaruh hal-hal yang negatif.

Kedua, dengan menjaga hubungan anda dengan anak maka komunikasi layaknya orangtua dan anaknya pun akan terasa lebih dekat dan terbuka. Saat anak memang merasa dekat dengan anda, dalam hal apapun biasanya anak selalu menyampaikan segala isi hatinya.

Anak pada umumnya akan lebih sering bercerita apalagi mengenai perasaan sukanya terhadap lawan jenis.Saat itulah waktu yang tepat anda memberi pengetahuan kepada anak dampak negatif dari pacaran, anda mungkin bisa memberi contoh yang dapat dimengerti anak.

Ketiga, mendampingi anak. Dampingi anak meskipun dalam hal-hal kecil seperti saat menonton TV, saat dia bermain gadget, melihat situs internet dan sebaginya.

Disaat ada tayangan TV yang berbau dewasa seperti adegan pacaran, anda sampaikan bahwa itu tidak sesuai dengan budaya kita maupun adab islam.

Selalu sampaikan nilai-nilai agama kepada anak agar memperkuat pondasi keimanannya dalam hal menjauhi larangan-larangan Tuhan, dengan penanaman agama, kedekatan anak kepada orangtua dan edukasi yang tepat, anak tidak akan terjerumus dalam hal-hal negatif khususnya dalam hal pacaran

Itulah cara orangtua menghadapi anak SD yang sudah mengenal pacaran. Mencegah lebih baik daripada anda membiarkan anak terjerumus dalam hal pergaulan bebas yang tidak bisa dibendung. 

(Red/Dony Mifa Prakoso,Status : Mahasiswa Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa )