Creating Effective Project Management

Kampus Kita

KORANBOGOR.comTAPANULI UTARA-Menguasai manajemen proyek (Project Management) adalah hal yang penting dikuasai oleh setiap manajer proyek ataupun bagi orang yang menangani suatu proyek.

Tentunya didalam keseharian pekerjaan pun, anda sering berhadapan dengan tugas-tugas yang berbasis proyek (Project based).

Menurut wikipedia manajemen proyek adalah proses dan aktivitas perencanaan, pengorganisasian, pengelolaan sumber daya untuk mencapai tujuan tertentu yang spesifik.

Tujuan spesifk yang dimaksud adalah tujuan akhir dari poyek tersebut. Dalam langkah mencapai tujuan yang diinginkan, maka membutuhkan tahapan-tahapan dan proses yang harus dikerjakan.

Proyek sendiri adalah sebuah kegiatan yang bersifat sementara yang telah ditentukan durasi waktu dan sumber daya yang akan digunakan untuk mencapai tujuan seperti yang telah dijelaskan sebelumnya.

Perencanaan dalam manajemen proyek biasanya meliputi vision and scope, statement of work, Resource of work, Resource List, Work Breakdown Structure, Project Schedule, dan Risk Plan. 

Semua hal yang telah disebutkan diatas mengacu kepada tujuan awal proyek yaitu proyek harus selesai dengan tepat waktu, biaya sesuai seperti yang direncanakan, dan kualitas yang diinginkan tercapai.

Tercapainya kesuksesan dalam manajemen proyek hal yang pertama dilakukan adalah Menentukan siklus hidup proyek dan kriteria penyelesaiannya, hal ini akan membantu anda dalam memandu tim anda.

Tidak hanya ketika anda merencanakan, tetapi juga ketika anda sedang mengerjakan proyek, membuat perubahan dan memberikan produk akhir anda.

Kedua adalah menguraikan lingkup dan persyaratan proyek, berbicara tentang kesuksesan, salah satu kunci untuk menjaga kriteria kesuksesan adalah ruang lingkup proyek yang terdefenisi dengan baik.

Sebelum tim anda mulai bekerja, anda perlu harus tahu persis apa yang diharapkan anda selesaikan dan proyek apa yang akan tidak dimasukkan.

Lingkup proyek mendefenisikan ini untuk semua orang dan membuatnya mudah untuk mengatakan sesuatu adalah bagian dari proyek atau tidak. Ketiga adalah meletakkan sistem dan struktur tim, setiap orang dalam tim membutuhkan organisasi yang jelas dan peran yang ditetapkan untuk menjadi sukses.

Setiap anggota tim ada karena suatu alasan, dan mereka semua harus memahami apa tanggung jawab pekerjaan mereka dan peran apa yang mereka mainkan dalam tim.

Ketika setiap anggota tim memahami sistem di tempat kerja dan peran mereka dalam sistem itu, mereka dapat bekerja lebih mandiri dan memanfaatkan keterampilan unik mereka.

Keempat adalah bangun rencana proyek, juga dikenal sebagai “Komitmen terencana”, proses ini mencakup evaluasi, identifikasi, penetapan dan penetapan batas sumber daya dalam komponen utama.

Ruang lingkup dan misi, penjadwalan, penganggaran, personel, kontrol, resiko, dan kualitas.Pada proyek anda, pastikan tim anda dan para pemangku kepentingan semua memahami apa yang anda miliki untuk anda dan pedoman yang dibuat untuk membuat anda tetap pada jalurnya.

Kelima adalah tentukan prosedur tindakan korektif, ketika anda menemukan varian dalam proyek anda, anda harus memutuskan tindakan korektif apa yang akan anda ambil dan kelola dan yang harus anda buat.

Seringkali, anda harus membuat semacam kompromi. Ketika sebuah proyek melebihi anggaran, anda mungkin harus mengurangi cakupannya.

Jika kiriman membutuhkan waktu yang lebih lama dari yang direncanakan untuk diselesaikan, anda mungkin perlu mendorong tenggat waktu anda.

Anda tidak dapat merencanakan ke depan segala hal yang mungkin salah, jadi anda harus siap untuk menilai hambatan apapun yang dihadapi tim anda dan memutuskan apa yang akan anda lakukan untuk memperbaiki situasi.

Yang terakhir adalah jadilah proaktif tentang manajemen perubahan, bahkan dengan cakupan proyek dan rencana yang solid, pasti akan ada perubahan pada proyek anda.

Mengembangkan proses manajemen perubahan proaktif membuat semua orang berada di halamaan yang sama, memungkinkan tim anda bergerak maju dengan perubahan dengan percaya diri dan menjaga proyek anda di jalur menuju kesuksesan.

Setelah anda mengetahui tentang perubahan dari anggota tim atau pemangku kepentingan, proses manajemen perubahan.

Menilai perubahan dan apa artinya bagi proyek anda, siapkan rekomendasi untuk itu harus dilaksanakan dan kemudian sajikan. Ubah ke tim anda dan pemangku kepentingan.



(RED/Oleh : Indra PanggabeanMahasiswa Institut Teknologi Del )
,




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.