Dampak Positif Penerapan 5 Hari Sekolah di SD

Kampus Kita

KORANBOGOR.com,YOGYAKARTA-Pendidikan merupakan hal yang penting bagi kehidupan terutama bagi generasi milenial sekarang ini. Dengan adanya pendidikan, maka akan berdampak secara tidak langsung terhadap perkembangan ekonomi disuatu negara.

Pendidikan di Indonesia sendiri sekarang ini bisa dikatakan perkembangannya sangat bagus.

Di negara Indonesia sekarang ini juga sudah menerapkan program wajib belajar 12 tahun (Wajar12tahun) semua anak diharuskan bersekolah minimal sampai tingkat SMA/SMK/MA.

Sekarang anak putus sekolah pun sudah mulai berkurang karena dengan adanya beasiswa yang diberikan oleh pemerintah. Anggaran pendidikan yang diberikan pemerintah sudah mencapai 20% dari APBN. 

Sudah berjalan hampir 2 tahun pemerintah dalam hal ini kementrian pendidikan dan kebudayaan (kemendikbud) mengeluarkan kebijakan 5 hari masuk sekolah (full day school).

Berlaku juga bagi jenjang Sekolah Dasar (SD). walaupun dalam pelaksanaannya pemerintah masih bersifat longgar dalam arti belum semua diharuskan setiap sekolah dasar mengikuti kebijakan 5 hari sekolah ini.

Meskipun beberapa waktu yang lalu sempat ramai dibicarakan tentang adanya kebijakan 5 hari sekolah dan banyak menimbulkan pro dan kontra.

Penerapan 5 hari sekolah masih disesuaikan dengan situasi dan kondisi ditingkat kecamatan (Korwilbidik) sehingga dijumpai disuatu korwilbidik sudah menerapkan 5 hari sekolah tetapi korwilbidik yang bersebelahan belum menerapkan sistem ini.

Sehingga dapat dengan mudah ditemukan dampak dari Sekolah Dasar yang sudah menerapkan sistem 5 hari sekolah dibandingkan dengan sekolah yang belum menerapkan sistem 5 hari sekolah ini. 

Tujuan kemendikbud adalah memperkuat pendidikan karakter. Pada jenjang pendidikan SD,merupakan saat yang pas untuk membentuk karakternya melalui berbagai kegiatan pembelajaran baik intra maupun ekstrakurikuler.

Sekitar pukul 12 siang maka diadakan kegiatan Isoma (istirahat ,sholat, makan) ,dengan kegiatan ini bagi siswa muslim diwajibkan mengikuti kegiatan sholat luhur berjamaah.

Sedangkan bagi siswa non muslim diadakan doa bersama dengan bimbingan guru sesuai dengan agama yang dianut siswa.

Kegiatan ini dapat meningkatkan ketaqwaan siswa sesuai dengan agama yang dianut masing-masing.

Kegiatan makan bersama dengan bekal yang dibawa dari rumah dapat membiasakan siswa untuk tertib saat makan mulai dari cuci tangan, doa bersama sebelum,dan sesudah makan.

Setelah selesai kegiatan belajar mengajar,dilanjutkan dengan kegiatan pengembangan diri dengan berbagai kegiatan ekstrakurikuler seperti kegiataan kepramukaan, TPQ (Taman Pendidikan Al-Quran),keolahragaan, dan kesenian. Kegiatan ekstra ini berjalan dengan lancar karena siswa sudah siap di sekolah tanpa pulang terlebih dahulu.

Bagi orang tua siswa ada tanggung jawab menyiapkan bekal makan sehingga selain mengurangi jajan siswa juga dapat meningkatkan peran serta orang tua murid terhadap kegiatan pembelajaran di sekolah.

Dengan penerapan 5 hari sekolah, memudahkan guru untuk mengontrol perilaku peserta didik karena masih dalam lingkungan sekolah dan meminimalisir perilaku tidak baik dari lingkungan sekitar diluar sekolah.

Pada hari Sabtu dan Minggu, siswa diserahkan kepada orang tua untuk pendidikan keluarga sehingga orang tua mempunyai tanggung jawab dalam memberikan bimbingan kepada putra/putrinya baik di rumah maupun di masyarakat,Orang tua dan anak diharapkan mempunyai waktu luang yang lebih banyak untuk berinteraksi.

(Red/ Muhammad Hafidh Nim : 2018015364 Prodi: PGSD Kelas : 3i Status       : Mahasiswa Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta