Dunia Kerja Semakin Ketat: Melalui Job Training Bisa Kenali Potensi Diri

Kampus Kita

kORANBOGOR.comn,YOGYAKARTA-Biro Kemahasiswaan dan Alumni (Bimawa) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarya menyelenggarakan kegiatan job training pada Kamis (25/7/2019) di Kampus Utama, Jalan Lingkar Selatan, Tamanan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan job training ini sebagai langkah awal wisudawan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap dalam menghadapi dunia kerja.

Seperti dijelaskan Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni (Bimawa) UAD, Dr. Dedi Pramono, M.Hum, semua lulusan UAD Yogyakarta siap bersaing dan memasuki dunia kerja.

“Selain itu, kami juga ingin lulusan UAD menjadi wirausahawan agar bisa membuka lapangan kerja,” terang Dedi Pramono.┬áKemudian, job training ini dilanjutkan juga dengan rekrutmen kerja dari PT Sanbe Farma dan beberapa perusahaan lain.

Dedi menambahkan, mahasiswa UAD Yogyakarta selain memiliki ijazah dan transkrip nilai, juga dibekali Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI). “Surat ini sebagai bukti berbagai kemampuan soft skills yang dimiliki oleh alumni UAD Yogyakarta,” kata Dedi Pramono.

Di sisi lain, Supervisor Human Capital PT Sanbe Farma Anitya Mesya Pratiwi, S.Psi — sekaligus pemateri pada Job Training — menyinggung persaingan dunia kerja mendatang.Anitya Mesya Pratiwi mengatakan, manusia di tahun 2025 sudah akan bersaing ketat dengan robot.

Ke depan, persaingan kerja tidak hanya dengan manusia, tapi juga dengan robot. “Ini hampir terjadi di semua lini,” tandas Anitya Mesya Pratiwi.Pada 2025 diprediksi juga akan banyak pekerjaan konvensional hilang.

Namun demikian, ada pekerjaan tertentu yang tidak bisa digantikan oleh robot. Misalnya, pekerjaan yang membutuhkan kreativitas, imajinasi, inovasi, dan kepemimpinan.

Pada kesempatan itu, Anitya mengatakan kepada para alumni UAD Yogyakarta agar mengetahui potensi yang ada di dalam diri sendiri.

Kemudian, bekerja atau berwirausaha juga harus sesuai dengan passion. “Pilih pekerjaan yang sesuai dengan potensi diri dan yang tidak kalah penting adalah menambah kemampuan dan keterampilan,” kata Anitya Mesya Pratiwi, yang berharap untuk oerbanyak relasi dan disiplin dengan waktu.

Selain itu, Anitya Mesya Pratiwi juga menegaskan bahwa yang paling penting dipersiapkan sebelum masuk dunia kerja adalah attitude. “Contoh sederhananya tidak ganti-ganti nomor handphone, nama email dan media sosial tidak alay,” terang Anitya Mesya Pratiwi.

Setelahnya, dikatakan Anitya Mesya Pratiwi, kenali dan perbaiki kekurangan diri sendiri dengan terus belajar.Sebelum melamar pekerjaan, kenali perusahaan yang diincar.

“Saat wawancara penampilan harus semenarik mungkin dan kemudian setelah diterima harus pandai menempatkan diri, berkolaborasi, dan memiliki manajemen waktu yang baik,” kata Anitya Mesya Pratiwi.Adapun yang tidak kalah penting, menurut Anitya Mesya Pratiwi, leadership harus kuat. (Affan)