‘Ecobrick Asik’ – Ecobrick dengan Sampah Plastik

Kampus Kita

KORANBOGOR.com,PEKALONGAN-Kelurahan Bligo memiliki permasalahan lingkungan yang cukup memprihatinkan. Kebanyakkan masyarakatnya masih belum sadar akan penting kondisi lingkungan yang ada di sekitaran mereka tinggal.

Kondisi memprihatinkan ditunjukkan dengan adanya saluran drainase yang tidak mengalir, sangat minimnya jumlah tempat sampah, tidak adanya usaha untuk pemisahan sampah menjadi organik dan anorganik, kurangnya ruang hijau, dan masih maraknya pembakaran sampah yang diakibatkan menumpuknya sampah anorganik khususnya plastik.

Masyarakat Kelurahan Bligo lebih memiliki membakar sampah plastik yang mereka hasilkan, daripada memanfaatkan plastik tersebut menjadi barang baru yang  memiliki nilai guna.

Padahal dengan membakar sampah anorganik khususnya sampah plastik akan mengakibatkan permasalahan pada lingkungan dan kesehatan antara lain menurunkan jumlah oksigen, menggangu pemandangan,menyebabkan perubahan iklim yang cepat, permasalahan pada pernapasan, menyebabkan iritasi mata, meracuni organ tubuh secara tidak langsung, memicu kondisi kanker, dan lain sebagainya.

Salah satu alternatif untuk mengurangi sampah plastik yang paling ramah lingkungan adalah dengan mendaur ulang atau memanfaatkan sampah plastik menjadi barang baru yang memiliki nilai guna dengan cara ecobrick.

Ecobrick memiliki pengertian sebagai suatu alternatif pemanfaatan sampah plastik dengan cara  mengisi botol plastik dengan limbah non – biological sampai menjadi padat untuk membuat blok bangunan yang dapat digunakan kembali (Zerowaste, 2018).

Eko-batu bata merupakan salah satu inovasi teknologi yang berkolaborasi dengan menyediakan solusi limbah padat tanpa biaya untuk individu, rumah tangga, sekolah, dan masyarakat.

Ecobrick ini juga sudah menjadi gerakan masyarakat di seluruh dunia sebagai salah satu upaya untuk mengurangi sampah plastik yang semakin lama sanggat menurunkan kualitas lingkungan. 

Tim KKN II Undip 2019 memiliki tagline ‘Bligo Bebas Botol Plastik dengan Ecobrick Asik’. Tagline diatas merupakan upaya untuk menurunkan tingkat pembakaran sampah plastik serta mengurangi jumlah sampah plastik dengan cara ecobrick.

Edukasi ecobrick dilakukan oleh Tim KKN II Undip 2019 kepada siswa/i kelas 4, 5, dan 6 di SDN Bligo. Edukasi yang diberikan berupa pengenalan ecobrick¸ tujuan dan fungsi dari ecobrick, langkah – langkah pembuatan ecobrick, adanya games edukatif seputar ecobrick, serta adanya praktik langsung pembuatan ecobrick yang dilakukan oleh seluruh siswa/i kelas 4, 5, dan 6 SDN Bligo. 

Dengan adanya edukasi ecobrick kepada siswa/i kelas 4, 5, dan 6 SDN Bligo harapannya mereka dapat mengenal dan menyadari pentingnya pemanfaatan sampah plastik dengan ecobrick sejak dini. Sasaran yang ditujukan memang mengarah kepada anak kecil karena dalam proses pembuatan ini juga sebenarnya sangat mudah dan mengasyikkan, sehingga bisa jadi sarana edukasi yang sangat efektif yang bersifat ramah lingkungan. 

Oleh: Cornelia Widya Seprandita

FPIK – Ilmu Kelautan