Efisienkah Full Day School untuk Sekolah Dasar?

Kampus Kita

KORANBOGOR.com,YOGYAKARTA-Mendikbud Muhadjir Effendy telah menetapkan Peraturan Mentri (Permen) Nomor 23 Tahun 2007 tentang Hari Sekolah yang mengatur sekolah 8 jam sehari selama 5 hari alias full day school pada 12 Juni 2017 lalu.

Setiap peraturan yang sudah ditetapkan tentunya ada pro dan kontranya. Ada beberapa sekolah dasar yang mulai menerapkannya terutama Sekolah Dasar yang ada di perkotaan namun ada juga yang masih mengkajinya. 

Ari Santoso, Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat (BKLM) menegaskan bahwa lima hari sekolah bukan berarti siswa harus belajar di dalam kelas terus menerus.

Ada beragam aktivitas belajar yang dilakukan dengan bimbingan dan pembinaan guru, misalnya mengaji atau pramuka.

Sekolah lima hari hanya untuk sekolah yang siap sesuai dengan Permendikbud 23 Tahun 2017 tentang Hari Sekolah, tidak ada paksaan bagi satuan pendidikan untuk melaksanakannya, sesuai dengan pasal 9, dapat dilakukan secara bertahap, jelas Ari Santoso.

Lalu, efektif dan efisienkah jika full day school diterapkan pada Sekolah Dasar? Bukankah anak usia Sekolah Dasar belum membentuk karakter berfikir, mereka masih tergolong anak-anak yang belum terlalu memikirkan masa depan mereka, yang ada mereka hanya memikirkan bermain dan bermain. 

Sistem full day school ini bagus diterapkan karena mereka akan lebih banyak menghabiskan waktunya di sekolah, sehingga memudahkan guru untuk mengawasi peserta didiknya agar tidak terpengaruh oleh perilaku yang tidak baik pada lingkungan sekitar.

Membuat siswa memiliki waktu banyak untuk belajar baik dalam ranah kognitif, afektif, dan psikomotor siswa, dan dapat memaksimalkan kegiatan ekstrakulikuler untuk menyalurkan bakat siswa yang telah dimilikinya.

Dan yang utama full day school membuat waktu bersama keluarga lebih banyak, yang dulunya saat mereka sudah pulang sekolah orang tua masih kerja dan bertemu saat malam hari dan hari minggu saja, sekarang saat mereka pulang dari sekolah orang tua juga pulang dari kerjanya untuk hari sabtu dan minggu dapat digunakan untuk bersama keluarga. 

(Red/ Adni Fauzyah dari Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta)