FENOMENA DILUAR NALAR SEBELUM DAN SESUDAH GEMPA JOGJA 2006

Kampus Kita

KORANBOGOR.com,YOGYAKARTA-Sabtu pagi,tanggal 27 Mei 2006 pukul  05.55. WIB terjadi bencana alam gempa tektonik berkekuatan 5,9 Skala Richter dengan kedalaman 10 KM selama 57 detik mengguncang Jogja dan Jawa Tengah.

Kurang lebih seminggu sebelum gempa terjadi ,beberapa warga Jogja dan sekitarnya menyaksikan keanehan awan yang memanjang melintang dari arah timur laut ke arah barat daya.

Awan tersebut nampak jelas lurus dan tidak berbelok-belok terang seperti cahaya yang terlihat dari sore hingga larut malam.

Warga yang menyaksikan hanya tertegun dan bertanya-tanya apakah itu awan atau cahaya lampu.

Karena pada waktu itu belum ada sosial untuk mengakses informasi seperti saat ini. Sampai akhirnya terjadi gempa,warga mengaitkan awan tersebut adalah pertanda akan terjadinya bencana alam.

Sebulan setelelah terjadi gempa,ada beberapa warga jogja yang menyaksikan fenomena  bola api terbang diatas tenda-tenda warga.Bola tersebut bercahaya terang hingga cahayanya menyinari tenda-tenda warga.

Peristiwa itu terjadi kurang lebih pukul 19.00. WIB banyak warga yang ketakutan oleh kejadian tersebut,ada yang berkata itu Alien,Bintang Jatuh,Meteor ada pula yang mengatakan Teluh.

Informasi yang diperoleh dari ketua RT, bola yang bercahaya itu terbang sampai ke daerah Srandakan Bantul dan menghilang entah kemana.

Berbulan-bulan warga tidak tenang karena dihantui bola api tersebut. Lalau mereka berjaga-jaga jika bola api tersebut muncul kembali sebab mereka tidur diluar menggunakan tenda-tenda bantuan dari pemerintah,karena rumah roboh akibat gempa.

Hingga saat ini,jika ada fenomena-fenomena alam selalu dikaitkan dengan bencana.

Tidak hanya di Jogja,namun diberbagai wilayah Tanah Air. Apalagi bagi masyarakat yang pernah mengalami bencana alam, melihat fenomena seperti itu menjadi was-was dan ketakutan karena trauma yang mendalam.

Selalu waspada, dan berdoa, jaga lingkungan sekitar,jaga kelestarian alam,jangan merusak alam karena alam adalah sahabat kita.

(Red/ Siti Nurjati dari Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta )