Game Online Menyayat Pendidikan Karakter di SD

Kampus Kita

KORANBOGOR.com,YOGYAKARTA-Game online merupakan permainan berbasis online di media elektronik seperti handphone, tablet, dan komputer yang menawarkan visualisasi yang apik serta berbagai tantangan di dalamnya.

Game online juga dapat memberikan rasa ketagihan dan candu pada para pemainnya bahkan sampai lupa waktu. Jangankan untuk belajar, makan saja terkadang dalam keadaan bersama gadget sembari melanjutkan game yang sedang di mainkan. Fenomena seperti  inilah yang sekarang telah terjadi di lingkup sekolah dasar. 

Banyak orang tua yang memberikan gadget kepada anaknya sejak usia balita hingga ia besar dan membuat mereka merasa nyaman bermain dengannya.

Hal ini biasanya di lakukan orang tua untuk menghibur sang anak yang terkadang rewel, nakal, dan termasuk juga faktor orang tua yang sibuk dengan pekerjaanya.

Namun bila ini berlanjut hingga ke jenjang pendidikan sekolah dasar mungkin akan sedikit sulit membuatnya lepas dari kendali game online. Karena kebanyakan anak akan kecanduan game online tersebut.

Dan bila sudah terlanjur kecanduan anak akan melakukan apa saja untuk bisa terus bermain. Hal ini sedikit banyaknya akan sangat berpengaruh dengan pendidikan karakter anak di SD. 

Menurut T. Ramli pengertian pendidikan karakter adalah pendidikan yang mengedepankan esensi dan makna terhadap moral dan akhlak sehingga hal tersebut akan mampu membentuk pribadi peserta didik yang baik.

Berdasarkan pengertian tersebut  diketahui bahwa pendidikan karakter itu adalah hal yang penting untuk membentuk moral dan akhlak pada anak.

Pendidikan karakter terdapat di SD, karena itu menjadi guru SD memang tidak gampang karena pendidik akan di tuntut untuk mengajarkan moral dan membentuk karakter pada setiap anak.

Namun apa yang terjadi jika anak tersebut kecanduan game online yang hampir menyayat moral dan karakternya? Tentu saja dia akan sedkit berbeda dengan anak yang tidak kecanduan game online.

Memang tidak selamanya bermain game online itu salah hanya saja kita terkadang menjadi begitu candu, dan ini sangat kurang baik jika yang mengalaminya adalah anak sekolah dasar yang masih berumur belia.

Belum lagi dampak negative bagi mereka yaitu lupa waktu contohnya adalah lupa untuk makan, minum, mandi dan lain sebagainya.

Mereka juga menjadi sangat malas untuk belajar bahkan untuk membuat PR pun terkadang mereka malas.

Tidak sedikit dari mereka yang menurun prestasinya seperti peringkat kelas turun dan nilai yang kurang bagus dari sebelumnya.

Dan yang lebih parah lagi adalah mereka berani menipu orang tuanya dan menentangnya.

Ada sebagian anak yang di larang oleh kedua orang tuanya untuk bermain game online lalu mereka pun mencari pelarian yang lain dengan cara pergi ke warnet di dekat rumah untuk bermain game online.

Ada lagi yang sampai berseteru dengan orang tuanya karena orangtuanya kewalahan untuk membelikan anaknya paket internet untuk  bermain game online.

Anak yang memiliki mata minus di usia SD pun sudah banyak karena terlalu sering menatap layar gadjet untuk bermain game. Jadi memang banyak sekali dampak negatif akibat game online tersebut. 

Game online di lingkup sekolah dasar juga membuat anak-anak enggan bermain permainan tradisional yang syarat akan pendidikan karakter misalnya bermain petak umpet, layang-layang, gatrik, bola bekel, gasing, kelereng, lompat tali, masak-masakan dan lainnya.

Permainan tradisional tersebut sangatlah mengasyikkan karena di lakukan berkelompok bersama teman-teman di lingkungan sekolah maupun lingkungan rumah.

Selain itu permainan tradisional tersebut memiliki dampak positif  yaitu meningkatkan kekompakan dalam bekerja sama, menghargai orang lain, bersosialisasi dan dapat membuat tubuh menjadi bugar dan sehat. Hal ini dapat membantu menyukseskan pendidikan karakter dalam diri anak.

Namun, penanaman karakter di sekolah dasar tidak hanya harus di sukseskan oleh guru atau pendidik di sekolah dasar namun peran orang tua pun sangat penting di dalamnya.

Memang tidak mudah menjadi orang tua di era globalisasi seperti sekarang yang segala sesuatu yang ada di luar sana mudah masuk dan mempengaruhi karakter anak bangsa seperti halnya game online tersebut.

Untuk itu orang tua haruslah mendidik dan memperhatikan anaknya dengan baik dengan cara memberikan cukup perhatian dan kasih sayang kepada anak.

Dan yang paling penting adalah jangan memperkenalkan game online di usia dini terhadap anak, biarkan mereka asyik bermain di lingkungan sekitar.

Hal ini sejalan dengan pendidikan karakter yang akan di tanamkan oleh para guru di sekolah supaya memudahkan pendidikan karakter yang akan membentuk moral yang baik serta akhlak yang mulia.

Supaya tidak ada lagi anak yang melawan guru atau melawan orang tua, anak yang berbohong, anak yang malas belajar, dan lainnya demi Indonesia yang lebih baik. 

(Red/Niken Erawati,Mahasiswa PGSD di Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta)