Guru SD di Prambanan Ikuti Pelatihan Pembelajaran Berbasis Ethnomatematika

Kampus Kita

KORAANBOGOR.com,SLEMAN– Salah satu poin dari tri dharma perguruan tinggi adalah pengabdian masyarakat. Berkaitan hal itu dosen PGSD Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta mengadakan kegiatan PKM (Pengabdian Kepada Masyarakat) dalam upaya meningkatkan masyarakat dan guru agar lebih berdaya dengan tema “Perancangan Subject Spesific Pedagogic Berbasis Ethnomathematics”.

Dan sebanyak 25 orang guru Sekolah Dasar (SD) Negeri, SD Islam Terpadu (IT), dan SD Muhammadiyah di kawasan Candi Prambanan, Sleman, mengikuti kegiatan pelatihan tentang pembelajaran berbasis ethnomathematics yang digelar dosen PGSD UAD Yogyakarta pada tanggal 22-23 Agustus 2019 lalu di SD Muhammadiyah Prambanan, Sleman.

Acara yang dibuka oleh Kepala SD Muhammadiyah Prambanan, Dwi Listiyaningsih, SIP, juga diberikan implementasi dan merancang subject spesific pedagogic (SSP) berbasis ethnomathematics.

Selain itu, dalam kegiatan ini tidak hanya pelatihan dan workshop saja. Akan tetapi juga implementasi pelaksanaan dengan menggunakan pembelajaran ethnomathematics oleh guru di kelas 3 dan 4. 

Dalam kegiatan ini selain bekerjasama dengan guru-guru Sekolah Dasar (SD) di kawasan Candi Prambanan — terdiri dari 25 guru di 16 SD kelas 3 dan 4 Sekolah Dasar — juga bekerjasama dengan Program Pendidikan Matematika Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Adapun sebagai narasumber dalam kegiatan pelatihan itu adalah Prof Marsigit (Pascasarjana UNY) mengenai hakikat ethnomathematics dan Dr. Sugiman (Pascasarjana UNY) yang menyampaikan materi hakikat ethnomathematics dalam pembelajaran di SD.Pemateri lainnya adalah Wahyu Widyaningrum, PhD tentang media berbasis lingkungan.

Juga Meita Fitrianawati, M.Pd dan Mukti Sintawati, M.Pd keduanya dari PGSD UAD Yogyakarta yang menyampaikan materi rancangan pembelajaran siswa berbasis ethnomathematics. 

Dalam pelatihan itu, guru bersama dengan pemateri merancang atau mendesain pembelajaran berbasis ethnomathematics dengan menggunakan Pendekatan Matematika Relistik Indonesia (PMRI). 

Di akhir kegiatan rangkaian pelatihan yang dilaksanakan selama satu bulan itu ditutup dengan seluruh rangkaian pelatihan, pendampingan, presentasi dari kelompok yang praktik.

Selain itu, menurut Meita Fitrianawati, M.Pd, masih ada rencana tindak lanjut untuk memfollow-up hasil dari evaluasi. “Pelatihan ini merupakan implementasi dan ujicoba produk serta hilirisasi dari penelitian yang didanai oleh Kemenristekdikti,” ungkap Mukti Sintawati, M.Pd, Jum’at (20/9/2019).

Ditambahkan Mukti Sintawati, perangkat pembelajaran atau SSP yang telah didesain oleh pemateri dan diberi masukan oleh guru menjadi produk akhir yang siap didesiminasikan dalam skala luas. 

“Kemudian, hasil rancangan desain pembelajaran ethnomatematika oleh guru itu dijadikan panduan di dalam guru melakukan praktek pembelajaran di kelas,” papar Meita Fitrianawati, M.Pd, yang diiyakan Mukti Sintawati, M.Pd. 

Setelah mengikuti implementasi pembelajaran dan pendampingan pada 18 September 2019, guru-guru diharapkan juga melakukan pembelajaran yang sama di sekolah masing-masing.

(Affan)