Hibah Kemenristekdikti: Prodi MPMAT UAD Gelar Pelatihan Pembelajaran Berbasis TIK

Kampus Kita

KORANBOGOR.com,YOGYAKARTA– Sekolah sebagai bagian dari masyarakat, teknologi hendaknya harus menjadi bagian integral dari sekolah dan pembelajaran di kelas. 

“Berdasarkan fakta yang ada pendidikan di Indonesia masih sangat memprihatinkan dari segi pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran,” kata Dr Suparman, MSi, DEA, Ketua Prodi MPMAT UAD Yogyakarta.Guru sebagai salah satu fasilitator dalam pembelajaran tentunya sudah tidak dapat berpangku tangan melihat tantangan ini.

Guru harus “melek” teknologi agar dapat mengakomodasi kebutuhan siswa dalam pembelajaran. Guru sebagai subjek pendidikan yang memahami kurikulum dan kebutuhan siswanya hendaknya mampu menciptakan sendiri media interaktif bagi siswanya.

Menggunakan media IT dalam pembelajaran matematika harus dapat dilakukan guru untuk menghilangkan kesan matematika itu sulit dan menjadi momok bagi siswa menuju pembelajaran yang aktif, kreatif, konstruktif dan menyenangkan.

Dewasa ini sedang berkembang teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Penerapannya memiliki keunggulan tersedianya informasi secara luas, cepat, dan tepat, adanya kemudahan dalam proses pembelajaran dan dukungan teknologi untuk memudahkan proses belajar mengajar. 

Berkaitan hal itu Program Studi Magister Pendidikan Matematika (MPMAT) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta adakan pelatihan pengembangan perangkat pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi (TIK) bagi guru-guru Matematika SMP Muhammadiyah se-Kabupaten Sleman di Kampus 2 Unit A UAD Jl Pramuka, Sidikan Yogyakarta, Kamis (18/7/2019), diikuti 25 orang guru.

Kegiatan yang berlangsung hingga 24 Juli 2019 itu, menurut Dr Suparman, MSi, DEA, didukung Ristekdikti, Majelis Dikdasmen PDM Sleman, UAD dan Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY). 

Pelatihan itu, menurut Suparman,  menggunakan hibah pengabdian skema program kemitraan masyarakat dari Kemenristekdikti tahun 2019.Guru harus bisa mengajar sesuai revolusi industri 4.0.

Dan, metode penyampaian materi berubah sangat cepat hingga guru-guru dipaksa untuk belajar sesuai tuntutan perubahan zaman.

“Guru diharapkan selalu belajar terus dan mengikuti perkembangan zaman,” tandas Suparman, yang meminta guru untuk mengupdate IT agar bisa bersaing dengan sekolah lain.

Selain itu guru selalu berkualitas lewat mutu agar berkualitas pembelajarannya dan guru bisa membuat perangkat semuanya.Ketua Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sleman Dr H Suwardi, MAg, MPd, mengatakan, guru sebagai fasilitator kebaikan sesuai QS An-Nisa ayat 85.

“Guru harus menjadi perantara kebaikan,” tandas Suwardi.Menurut Suwardi, guru sebagai agen perubahan paling depan dalam pembelajaran.

“Untuk itu diperlukan guru yang mampu merespon tanda-tanda zaman melalui pembelajaran yang unggul, berdaya saing dan mandiri,” papar Suwardi.

Pada kesempatan itu, Suwardi juga sampaikan visi Dikdasmen PDM Sleman periode 2015-2020 untuk menuju penyelenggara pendidikan Muhammadiyah yang baik dari segi input, proses dan output serta berdaya saing, mandiri memiliki inisiatif, mampu menyelesaikan masalah dan tidak bergantung pihak lain.Selain itu, sampaikan pula faktor penentu prestasi siswa.

“Saya berharap dukungan TIK guru makin meningkat dan prestasi siswa juga makin meningkat,” kata Suwardi, yang menambahkan mutu penyelenggaraan pendidikan melalui literasi dan karakter.

Selain itu, guru diharapkan menjadi bagian dari perjuangan Muhammadiyah dan memberi penguatan kepada sekolah Muhammadiyah.

Usai pretest kemampuan literasi TIK dalam pembelajaran matematika, peserta diharapkan dalam mengajar menggunakan media pembelajaran matematika, mengikuti pelatihan atau kegiatan tentang penggunaan media pembelajaran matematika berbasis TIK.Juga menggunakan media pembelajaran berbasis TIK dalam pembelajaran matematika, mengikuti pelatihan aplikasi lectora inspire, menyusun silabus berbasis TIK dalam pembelajaran matematika, menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) berbasis TIK dalam pembelajaran matematika, menyusun lembar kerja peserta didik (LKPD) berbasis TIK dalam pembelajaran matematika, dan mengembangkan soal berbasis TIK dalam pembelajaran matematika.

Menurut salah seorang peserta, penggunaan media ajar berbasis TIK membantu dalam pembelajaran matematika.

“Selain itu dibahas hambatan dalam menggunakan media pembelajaran berbasis TIK dan menyusun silabus,” kata Halimatus. 

Aplikasi yang digunakan itu, kata Halimatus, bisa untuk menganalisis butir soal. Juga kemampuan suatu instrumen penilaian dalam menghasilkan hasil pengukuran yang konsisten. Mampu menggunakan geogebra dan menu shapes.

Hibah pengabdian skema program kemitraan masyarakat dari Kemenristekdikti tahun 2019 mitranya adalah SMP Muhammadiyah se-Kabupaten Sleman.

Materi meliputi eksplorasi dan pemanfaatan Ms Word dan Ms Excel, penyusunan silabus dan RPP berbasis TIK, eksplorasi dan pemanfaatan lectora inspire, eksplorasi geogebra, pengembangan bahan ajar berbasis TIK, pengembangan lembar kerja peserta didik berbasis TIK, pengembangan dan analisis soal berbasis TIK. (Affan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.