Hilangnya Pendidikan Karakter di Era Revolusi 4.0

Kampus Kita

KORANBOGOR.com,YOGYAKARTA-Pendidikan adalah usaha dalam pengembangan potensi peserta didik. Sedangkan karakter adalah sifat yang dapat memengaruhi pikiran, perilaku dan budi pekerti yang dimiliki oleh seorang manusia.

Jadi, pendidikan karakter adalah usaha secara sadar dan terencana untuk mewujudkan proses pemberdaya potensi dan membangun karakter peserta didik.

Pada era revolusi 4.0  tentu sangat berpengaruh pada pendidikan karakter generasi milenial.Bagaimana tidak,pada saat ini banyak anak usia SD sudah bisa memainkan gadged sehingga jarang sekali terlihat anak-anak bermain dengan teman sebayangan di lingkungan  masyarakat,seperti bermain mainan tradisional yang dapat mengasah interaksi sosial, kreatifitas dan memupuk rasa solidaritas dan persaudaraan diantara teman sebaya.

Pada era ini anak cenderung individual, anak cenderung disibukkan oleh perkembangan teknologi pada saat ini.

Misalnya, anak lebih memilih menghabiskan waktunya untuk bermain gadged,seperti game online yang dapat menghabiskan waktu berjam-jam lamanya.

Sehingga anak sudah merasa asik dan cukup bermain game oline, menyebabkan anak enggan untuk bermain dengan teman sebayanya dilingkungan masyarakat.

Belum lagi jika anak menyalah gunakan fungsi gadged seperti menonton hal-hal yang tidak sewajarnya ditonton oleh anak usia SD. Tentu dengan adanya revolusi 4.0 sangatlah mempengaruhi pendidikan karakter.

Bagaimana kita mengurangi dampak dari rovolusi 4.0 ? guru dan orang tua mempunyai peran penting dalam pembentukan karakter pada anak usia dini. Guru membantu dalam membentuk watak peserta didik.

Disisi lain guru juga sangat dibutuhkan, untuk mengurangi dampak tersebut dengan memberikan pembelajaran dasar pendidikan karakter pada peserta didiknya.

Agar bisa menanamkan kebiasaan tentang hal yang baik. Orang tua perlu membatasi dan mendampingi anak untuk bermain gadged. Sebaiknya orang tua lebih memperhatikan setiap aktivitas yang dilakuan oleh anak.

Mengajak anak untuk beraktivitas diluar rumah seperti, mengajak anak mengisi waktu liburnya pergi ketempat wisata yang dapat menambah pengalaman anak.   Pendidikan karakter menanamkan kebiasaan tentang hal yang baik, sehingga anak mengetahui mana yang salah dan benar.

(Red/ Dina Ameliya dari Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta)